Media Kampung – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa stok batu bara untuk pembangkit listrik nasional dalam kondisi aman dan mencukupi. Pernyataan ini sekaligus memastikan tidak akan terjadi lagi pemadaman listrik bergilir yang belakangan ini dikeluhkan masyarakat, khususnya di Pulau Jawa.
Bahlil menyatakan bahwa pemerintah telah memberikan penugasan kepada perusahaan tambang batu bara untuk memenuhi kebutuhan PT PLN (Persero) yang mencapai 154 juta metrik ton sepanjang tahun ini. Bahkan, alokasi produksi yang disiapkan pemerintah melalui Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara mencapai 180 hingga 190 juta metrik ton, jauh melebihi kebutuhan PLN.
Dalam rapat evaluasi bersama PLN, masalah utama yang menyebabkan pemadaman bergilir bukan berasal dari kelangkaan batu bara secara nasional, melainkan pada kendala teknis operasional pembangkit, manajemen pemeliharaan (maintenance), serta suplai batu bara kalori menengah dengan spesifikasi sekitar 5.200 kalori yang masih belum optimal. PLN sendiri telah mengamankan kontrak batu bara sebanyak 134 juta metrik ton, dengan sisa 18 juta metrik ton yang masih dalam proses finalisasi.
Bahlil menegaskan bahwa teknis pengiriman batu bara dari tambang ke pembangkit merupakan tanggung jawab manajemen logistik PLN, bukan pemerintah. Pemerintah sebagai regulator telah menginstruksikan PLN untuk segera mengambil langkah terukur dalam memperbaiki manajemen logistik dan jadwal maintenance agar pemadaman listrik bergilir tidak terulang lagi.
“Kami telah memberikan ultimatum kepada PLN agar segera melakukan mitigasi yang terukur dalam mengatasi pemadaman. Pemerintah hanya bertugas mengawasi, sedangkan pelaksanaan menjadi kewajiban PLN,” ujar Bahlil saat kunjungan kerja di Purworejo, Jawa Tengah.
Selain itu, dalam kunjungannya di Desa Hardimulyo, Kecamatan Kaligesing, Purworejo, Bahlil meresmikan program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) untuk memperluas akses listrik di daerah tersebut dengan target semua wilayah yang belum teraliri listrik dapat terlayani pada tahun 2026-2027.
Dengan jaminan pasokan batu bara yang aman dan perbaikan manajemen PLN, masyarakat diharapkan tidak lagi mengalami gangguan listrik bergilir di masa mendatang sehingga pelayanan listrik dapat berjalan optimal dan mendukung aktivitas sehari-hari.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan