Media Kampung – Universitas Diponegoro (UNDIP) menggelar upacara persemayaman untuk mengenang kepergian Prof. Ir. Johannes Hutabarat, M.Sc., Ph.D., guru besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) yang wafat pada 24 Mei 2026. Upacara tersebut berlangsung khidmat pada Selasa, 26 Mei 2026, di Gedung SA-MWA, Kampus UNDIP Tembalang, dihadiri oleh civitas akademika, keluarga, serta rekan sejawat almarhum.

Prof. Johannes dikenal sebagai sosok yang sangat berdedikasi dalam pengembangan ilmu perikanan dan kelautan, khususnya dalam pengelolaan sumber daya perairan di Indonesia. Kepergiannya meninggalkan kesedihan mendalam bagi lingkungan UNDIP, terutama FPIK dan program Pascasarjana Manajemen Sumber Daya Perairan.

Rektor UNDIP, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., yang bertindak sebagai inspektur upacara, menyampaikan penghormatan dan rasa kehilangan atas wafatnya Prof. Johannes. Ia mengenang semangat almarhum yang tak pernah padam dalam memajukan institusi serta sikapnya yang hangat dan penuh kepedulian.

“Secara pribadi dan atas nama Universitas Diponegoro, kami sangat kehilangan sosok yang terbuka, ringan tangan, dan selalu aktif dalam berbagai inisiatif kemajuan kampus. Beliau juga dikenal sebagai pribadi yang menyenangkan dan penuh kepedulian,” ujar Prof. Suharnomo dalam sambutannya.

Jejak pengabdian Prof. Johannes di UNDIP sangat panjang dan beragam. Ia memulai karirnya setelah lulus dari Fakultas Peternakan dan Perikanan UNDIP pada 1976. Kemudian menempuh studi S2 dan S3 di The University of Stirling, Inggris, yang memperkuat keahliannya dalam riset akuatik. Pada 1999, ia juga mengikuti Kursus Singkat Angkatan II PTSI di LEMHANAS untuk memperdalam wawasan kebangsaan.

Dalam perjalanan karirnya, Prof. Johannes pernah menjabat sebagai Dekan FPIK selama dua periode (2003–2011), Ketua Program Studi S2 Manajemen Sumber Daya Perairan sekaligus perintis program Double Degree Pascasarjana UNDIP (2007–2012), serta berbagai jabatan strategis lain seperti Sekretaris Senat Guru Besar (1990–1994) dan Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi UNDIP (1994–1997).

Pengaruh Prof. Johannes juga meluas ke luar UNDIP. Ia pernah menjadi Pembantu Rektor I Universitas Semarang (1996–2002) dan kini menjabat sebagai Rektor Universitas Maritim AMNI periode 2024–2028. Selain itu, ia aktif dalam berbagai organisasi profesional di bidang kelautan dan akuakultur, termasuk sebagai Ketua Dewan Pengarah Masyarakat Akuakultur Indonesia sejak 2020, Ketua Konsorsium Mitra Bahari Regional Center Jawa Tengah, serta Ketua Himpunan Ahli Pengelola Pesisir Indonesia (HAPPI) Provinsi Jawa Tengah.

Upacara persemayaman ini menjadi momen refleksi dan penghormatan atas nilai-nilai integritas, kepedulian, dan kolaborasi yang telah diwariskan oleh Prof. Johannes. Kehadirannya dinilai sangat berperan dalam membentuk karakter dan kemajuan institusi serta menginspirasi generasi akademisi untuk terus berkontribusi kepada masyarakat.

Universitas Diponegoro menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas pengabdian Prof. Ir. Johannes Hutabarat. Warisan dedikasi beliau di bidang perikanan dan ilmu kelautan akan terus menjadi bagian penting dalam perjalanan UNDIP untuk memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.