Media Kampung – Sebanyak 13 nelayan berhasil diselamatkan setelah terombang-ambing di laut selama dua jam, setelah kapal slerek mereka karam saat mencari ikan. Insiden ini terjadi di perairan Desa Agel, Kecamatan Jangkar, pada dini hari Sabtu, 23 Mei 2026.

Kapal slerek bernama Mustika, milik Moh Soleh, tenggelam sekitar pukul 01:00 WIB. Kapal tersebut berangkat melaut dari Pantai Mimbo pada hari Jumat pukul 15:00 WIB dan menurunkan jangkar untuk menunggu waktu penangkapan ikan di perairan Jangkar. Namun, sekitar pukul 01:00 WIB, kapal mendadak miring ke kiri setelah air laut masuk melalui bagian buritan, menyebabkan lambung kapal penuh dengan air.

Walaupun seluruh awak kapal telah berupaya menguras air yang masuk, usaha tersebut tidak berhasil, sehingga kapal akhirnya tenggelam. Para nelayan yang terombang-ambing di tengah laut menggunakan benda-benda terapung untuk bertahan selama dua jam sambil menunggu pertolongan.

Untungnya, salah satu awak kapal, Solihin, berhasil menghubungi keluarganya melalui telepon genggam untuk meminta bantuan. Informasi tersebut kemudian disampaikan kepada nelayan lain di sekitar lokasi. Sekitar pukul 03:30 WIB, kapal milik nelayan bernama Tohar tiba di lokasi dan langsung melakukan evakuasi terhadap seluruh awak kapal.

Semua korban berhasil dibawa kembali ke pesisir Pondok Mimbo dalam keadaan selamat. Kasat Polairud Polres Situbondo, AKP Gede Sukarmadiyasa, menyampaikan bahwa dugaan sementara penyebab tenggelamnya kapal adalah kebocoran pada bagian lambung. Pihaknya telah memberi tanda pelampung di titik tenggelam kapal untuk memudahkan proses pengangkatan.

AKP Gede juga mengingatkan agar para nelayan lebih mengutamakan keselamatan saat melaut, seperti membawa alat keselamatan, memeriksa mesin, serta kondisi lambung dan fasilitas kapal sebelum berangkat. Apabila ada masalah atau membutuhkan pertolongan darurat di laut, nelayan diminta untuk menghubungi Call Center 110 agar dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.