Media Kampung – Seorang jemaah haji asal Indonesia yang sempat dilaporkan hilang di Makkah akhirnya ditemukan dalam keadaan wafat. Muhammad Firdaus Ahlan, berusia 73 tahun dari Kloter 27 Embarkasi Jakarta-Pondok Gede, ditemukan meninggal setelah keluar hotel seorang diri tanpa membawa identitas lengkap.
Kronologi kejadian bermula pada 15 Mei 2026 ketika Firdaus meninggalkan hotel tanpa ditemani dan hanya mengenakan gelang haji. Pihak Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menerima kabar dari otoritas setempat mengenai adanya jenazah tanpa identitas yang ditemukan di salah satu rumah sakit di Makkah.
Tim Perlindungan Jamaah (Linjam) PPIH Daker Makkah segera bergerak bersama istri almarhum, Nafsiah Nawan, untuk melakukan identifikasi. Setelah pemeriksaan, Nafsiah memastikan jenazah tersebut adalah suaminya, Muhammad Firdaus Ahlan.
Moh. Haan Affandi, Koordinator Bidang Media Center Haji PPIH Arab Saudi, menyampaikan kabar duka tersebut saat konferensi pers di Makkah pada Jumat, 22 Mei 2026. Ia juga menyatakan bahwa proses pencarian telah melibatkan koordinasi intens dengan otoritas Arab Saudi dan berbagai pihak terkait.
Pihak PPIH menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga almarhum dan berharap Allah memberikan rahmat serta kesabaran. Pemerintah Indonesia juga mengapresiasi dukungan dari KJRI Jeddah, otoritas Arab Saudi, petugas haji, dan masyarakat Indonesia yang turut membantu dalam pencarian ini.
Untuk menyempurnakan rangkaian ibadah haji almarhum, pemerintah memastikan bahwa Muhammad Firdaus Ahlan akan dibadalhajikan oleh petugas haji Indonesia. Langkah ini dilakukan agar ibadah haji yang belum selesai tetap terpenuhi sesuai ketentuan.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan dan perlindungan terhadap para jemaah haji selama melaksanakan ibadah di tanah suci. Koordinasi antara petugas haji dan otoritas setempat dinilai krusial untuk menangani kejadian serupa di masa depan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan