Media Kampung – Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mengajak Kabupaten Lampung Tengah untuk menjadi contoh daerah dengan kerukunan umat beragama terbaik di Indonesia. Hal ini disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kemenko PMK, Warsito, dalam diskusi yang digelar di Komplek Nuwo Balak, Perumahan Dinas Bupati Lampung Tengah, pada Selasa (19/5/2026).

Warsito menilai bahwa kerukunan antarumat beragama merupakan fondasi utama dalam pembangunan nasional dan penguatan kohesi sosial masyarakat. Menurut data terbaru, Lampung Tengah berhasil mencatatkan Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) sebesar 80,36 pada tahun 2025, di atas rata-rata nasional yang mencapai 77,89.

Dengan capaian tersebut, Warsito menegaskan bahwa Lampung Tengah memiliki potensi besar untuk menjadi percontohan kerukunan umat beragama, baik di tingkat Provinsi Lampung maupun nasional. Keberagaman agama yang ada bukan menjadi hambatan, melainkan kekuatan yang harus dikembangkan.

“Data nasional menunjukkan bahwa kerja sama antarumat beragama masih rendah. Untuk itu, kita harus mendorong kerja sama nyata seperti pembentukan koperasi bersama atau forum kolaborasi lintas agama yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Warsito.

Selain itu, Warsito juga mengingatkan pentingnya pembangunan sosial yang seimbang dengan pembangunan infrastruktur. Hal ini termasuk penguatan inklusi sosial, kohesi sosial, dan pemberdayaan masyarakat. Ia menambahkan bahwa literasi digital juga menjadi faktor penting untuk mencegah munculnya ketidakharmonisan yang sering dipicu oleh ruang digital.

Kegiatan diskusi ini dihadiri oleh Plt. Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Politik, dan Hukum Zulfikar Irwan, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung Zulkarnain, serta sejumlah tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, dan pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Lampung Tengah.

Plt. Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri, menyatakan komitmen pemerintah daerah untuk terus menjaga dan memperkuat kerukunan antarumat beragama di wilayahnya. Ia menyebut Lampung Tengah sebagai daerah yang kaya akan keberagaman agama dan keyakinan, serta siap mendukung penuh upaya tersebut.

Diskusi juga menghadirkan materi dari Asisten Deputi Bina Keagamaan Kemenko PMK Asep Sunandar dan perwakilan lain yang membahas peluang serta tantangan dalam memperkuat kerukunan umat beragama di tingkat daerah. Kegiatan diakhiri dengan kunjungan lapangan dan dialog bersama warga di Desa Fajar Mataram, Lampung Tengah.

Melalui rangkaian kegiatan ini, diharapkan dapat dihasilkan rekomendasi konkret untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat. Upaya ini bertujuan menjadikan Lampung Tengah sebagai model daerah yang mampu mewujudkan kerukunan umat beragama secara nasional.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.