Media Kampung – PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat penjualan tiket mencapai 923.743 lembar selama periode puncak arus balik libur panjang yang berlangsung sejak 13 Mei 2026. Angka ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat yang kembali ke kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Semarang setelah masa liburan.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa arus balik selalu menimbulkan lonjakan penumpang dalam waktu yang relatif bersamaan. Oleh karena itu, KAI terus berupaya memberikan layanan terbaik agar perjalanan penumpang tetap aman, nyaman, dan tepat waktu.

Anne juga menyampaikan bahwa lonjakan arus balik tidak hanya berdampak pada sektor transportasi, tetapi turut menjaga aktivitas ekonomi di sekitar stasiun dan wilayah yang menjadi pusat kegiatan masyarakat. Hal ini dirasakan oleh pelaku usaha lokal, pusat kuliner, dan penyedia transportasi lanjutan.

Manajemen KAI mencatat pada hari terakhir libur panjang terdapat 189.734 penumpang yang menggunakan layanan kereta api secara mandiri. Selain itu, tingkat okupansi kereta api juga terlihat tinggi sejak hari pertama keberangkatan, dengan Stasiun Yogyakarta dan Stasiun Pasar Senen sebagai titik penurunan penumpang terbanyak.

Executive Vice President Corporate Secretary KAI, Wisnu Pramudya, menambahkan bahwa tantangan terbesar selama arus balik adalah mengelola mobilitas masyarakat dalam volume besar dalam waktu singkat. KAI terus berkomitmen menjaga kualitas pelayanan agar pelanggan dapat kembali ke aktivitas sehari-hari dengan lancar setelah libur panjang.

Dengan catatan penjualan tiket sebesar 923.743 lembar, KAI berhasil mengantisipasi tingginya permintaan selama periode arus balik. Upaya pengelolaan operasional dan layanan pelanggan menjadi kunci utama dalam menghadapi lonjakan penumpang ini.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.