Media KampungDPRD Surabaya mengajak Pemerintah Kota Surabaya untuk meningkatkan frekuensi penyelenggaraan event hiburan rakyat sebagai upaya menggerakkan ekonomi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dorongan ini muncul setelah tingginya antusiasme warga pada pagelaran Surabaya Extravaganza yang berlangsung di Jalan Tunjungan pada Sabtu malam, 17 Mei 2026.

Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni, menilai partisipasi masyarakat yang besar dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Surabaya menunjukkan bahwa event publik masih memiliki pengaruh sosial dan ekonomi yang kuat. Menurutnya, acara seperti Festival Rujak Uleg dan parade mobil hias tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi ruang bagi UMKM untuk mengembangkan usahanya.

Fathoni mencontohkan bahwa setiap konser musik yang digelar biasanya menghadirkan pedagang air mineral dan pelaku UMKM lain yang mendapatkan peluang berjualan. Hal ini sekaligus memenuhi tujuan menyediakan hiburan sekaligus membantu pelaku UMKM bertahan di tengah tantangan ekonomi.

Politikus yang akrab disapa Toni itu mengungkapkan bahwa pandemi Covid-19 serta kebijakan penghematan anggaran pemerintah pusat telah menyebabkan penurunan jumlah event di Surabaya secara signifikan. Padahal, sektor hiburan memiliki efek berganda yang mampu meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat secara luas.

Kegiatan yang melibatkan banyak warga ini tidak hanya membuka kesempatan bagi pedagang kecil dan pelaku kuliner, tetapi juga jasa informal lainnya di sekitar tempat acara. Fathoni menambahkan bahwa hiburan publik juga penting secara sosial karena dapat mengurangi kejenuhan masyarakat dalam menghadapi tekanan ekonomi dan derasnya arus informasi di media sosial.

Dia menegaskan bahwa tidak semua warga memiliki akses ke hiburan berbayar di kafe atau tempat komersial, sehingga event publik menjadi alternatif yang dibutuhkan untuk melepas penat. Selain itu, informasi mengenai kondisi ekonomi nasional yang tersebar tanpa dasar yang kuat di media sosial kerap menimbulkan kecemasan di kalangan masyarakat.

Untuk itu, DPRD Surabaya berharap Pemkot kembali menggelar event besar menjelang peringatan Hari Pahlawan pada November mendatang. Beberapa usulan agenda yang diajukan antara lain teatrikal sejarah perobekan bendera di Hotel Yamato, napak tilas bangunan bersejarah, doa lintas iman, serta konser musik yang melibatkan musisi lokal Surabaya.

Fathoni berharap kegiatan-kegiatan tersebut dapat terus diadakan karena manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat bawah sekaligus memperkuat kebersamaan sosial warga Kota Surabaya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.