Media Kampung – Penyakit ginjal kerap sulit dideteksi pada tahap awal karena tidak menimbulkan gejala yang nyata. Akibatnya, banyak pasien baru menyadari gangguan ginjal setelah kondisinya sudah masuk stadium lanjut.

Pringgodigdo, Ketua Umum Perhimpunan Nefrologi Indonesia, menyampaikan bahwa ginjal memiliki peran penting dalam tubuh manusia. Ginjal tidak hanya berfungsi sebagai penyaring darah, tetapi juga memproduksi hormon eritropoietin yang membantu pembentukan sel darah merah, mengatur tekanan darah, serta mengaktifkan vitamin D.

Ketika fungsi ginjal mulai menurun, berbagai gangguan kesehatan dapat muncul, seperti ketidakseimbangan mineral dan elektrolit, anemia akibat berkurangnya produksi sel darah merah, serta masalah tekanan darah yang tidak stabil. Namun, gejala-gejala tersebut umumnya baru muncul saat penyakit ginjal sudah memasuki tahap lanjut atau akhir.

Faktor risiko utama yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami penyakit ginjal antara lain diabetes, hipertensi, konsumsi obat pereda nyeri secara berlebihan, penyalahgunaan narkotika dan zat berbahaya, serta adanya peradangan atau kerusakan pada jaringan ginjal. Selain itu, risiko juga lebih tinggi pada individu yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit ginjal, usia di atas 60 tahun, dan penderita obesitas.

Untuk mencegah kerusakan ginjal yang semakin parah, dr. Pringgodigdo menegaskan pentingnya melakukan deteksi dini melalui pemeriksaan kesehatan secara rutin. Pemeriksaan yang dianjurkan meliputi pengukuran tekanan darah, indeks massa tubuh, tes darah untuk mengetahui kadar kreatinin, serta tes urine guna mendeteksi gangguan ginjal sejak awal.

Dengan melakukan pemeriksaan secara berkala, penanganan dapat dilakukan lebih cepat sehingga kerusakan ginjal tidak berkembang hingga gagal ginjal tahap akhir. Masyarakat juga disarankan menerapkan pola hidup sehat, seperti rutin berolahraga, menghindari paparan asap rokok, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, istirahat cukup, dan mengelola stres dengan baik.

Menjaga kesehatan ginjal sejak dini merupakan langkah penting untuk mencegah risiko penyakit kronis di masa depan. Upaya ini diharapkan dapat menurunkan angka keterlambatan diagnosis penyakit ginjal yang selama ini masih menjadi tantangan dalam dunia medis.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.