Media Kampung – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda mengeluarkan peringatan mengenai potensi hujan petir yang dapat terjadi di berbagai wilayah Jawa Timur sepanjang hari Minggu, 17 Mei 2026. Kondisi cuaca diprediksi akan didominasi cerah berawan dengan peluang hujan ringan dan petir yang perlu diwaspadai masyarakat.

Pagi hari, sebagian besar daerah di Jawa Timur diperkirakan berawan cerah, namun terdapat beberapa lokasi dengan kelembapan tinggi yang berpotensi muncul awan hujan disertai petir. Memasuki siang hingga sore, cuaca masih relatif cerah berawan, tetapi hujan ringan secara lokal dapat terjadi di sejumlah kawasan yang berpotensi mengakibatkan jalan licin dan mengurangi jarak pandang pengendara, terutama di area perkotaan dan jalur antarkota.

BMKG Juanda juga mengingatkan adanya peningkatan risiko hujan petir saat malam hari di beberapa wilayah. Fenomena cuaca ekstrem seperti kilat, petir, dan angin kencang secara singkat dapat muncul secara tiba-tiba, sehingga masyarakat diminta untuk waspada dan menyesuaikan aktivitas di luar ruangan.

Cuaca dini hari diperkirakan berawan dengan kemungkinan hujan ringan di sejumlah daerah. Suhu udara di kawasan ini berkisar antara 24 sampai 33 derajat Celsius, dengan kelembapan udara mencapai antara 54 hingga 100 persen. Angin bertiup dari arah utara dengan kecepatan antara 5 hingga 22 kilometer per jam, yang masih termasuk kategori normal namun tetap perlu diperhatikan terutama oleh masyarakat pesisir dan nelayan sebelum melakukan aktivitas di laut.

BMKG Juanda mencatat intensitas hujan sedang hingga lebat akan mulai terjadi sekitar pukul 02.00 WIB di beberapa wilayah Kabupaten Sumenep, khususnya Kecamatan Batang-Batang dan Dungkek beserta daerah sekitarnya. Potensi hujan lebat ini diperkirakan akan meluas ke banyak kecamatan di Kabupaten Bangkalan, termasuk Arosbaya, Bangkalan, dan Modung, serta sejumlah area di Kabupaten Pamekasan seperti Batumarmar dan Pamekasan sendiri.

Di Kabupaten Sampang, daerah seperti Banyuates, Camplong, dan Sreseh juga berpotensi mengalami hujan lebat. Selain itu, hampir seluruh wilayah Kabupaten Sumenep diperkirakan bakal terdampak, mulai dari Ambunten hingga Talango. BMKG juga mengingatkan potensi cuaca buruk di Kabupaten Tuban dengan wilayah seperti Bancar, Bangilan, dan Kota Tuban menjadi daerah yang perlu diwaspadai.

Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi pemerintah guna mengantisipasi perubahan cuaca yang cepat dan potensi cuaca ekstrem. Warga yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terutama saat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berlangsung lama.

Dengan kondisi cuaca yang cukup dinamis ini, BMKG Juanda menekankan pentingnya masyarakat menyesuaikan aktivitas harian, membawa perlengkapan pelindung hujan, serta menjaga kesehatan agar terhindar dari dampak perubahan cuaca yang terjadi sepanjang hari di Jawa Timur.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.