Media Kampung – Muhammad Erlita, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) asal Aceh Selatan yang memiliki disabilitas, akhirnya bisa menunaikan ibadah haji setelah menunggu selama 14 tahun. Perjalanan panjangnya menjemput mabrur ini menjadi kisah inspiratif yang menggugah banyak hati, terutama saat dirinya berada di Kota Jeddah.
Selama lebih dari satu dekade, Erlita menunggu kesempatan melaksanakan rukun Islam kelima tersebut, sebuah proses yang penuh kesabaran dan keteguhan hati. Keberangkatannya sebagai jemaah haji disabilitas menunjukkan tekad kuat dan semangat yang tidak mudah patah meski menghadapi berbagai tantangan.
Di tengah kesibukannya sebagai ASN, Erlita terus mempersiapkan diri secara fisik dan mental. Ia memandang perjalanan haji bukan hanya sebagai kewajiban agama, tetapi juga sebagai momen spiritual yang sangat berarti. Filosofi hidup yang dipegangnya selama ini membantu Erlita tetap optimis dan tegar menghadapi ujian waktu yang panjang.
Kisah Muhammad Erlita ini menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan fisik bukan halangan untuk mencapai impian dan menjalankan ibadah dengan khusyuk. Keberhasilannya menunaikan ibadah haji setelah penantian lama merupakan sumber motivasi bagi banyak orang, khususnya bagi para penyandang disabilitas yang memiliki cita-cita besar.
Di Jeddah, Erlita menyempatkan diri merenungkan makna perjalanan spiritual yang dilaluinya. Ia mengungkapkan rasa syukur yang mendalam karena akhirnya bisa menjemput mabrur setelah 14 tahun menanti. Momen tersebut juga menjadi pengingat bagi dirinya untuk terus berbuat baik dan memperkuat keimanan.
Dengan keberangkatan Erlita yang berhasil, diharapkan pemerintah dan masyarakat semakin memberikan perhatian lebih kepada penyandang disabilitas, terutama dalam akses dan fasilitas ibadah. Perjalanan Erlita menjadi inspirasi sekaligus bukti bahwa dukungan dan kemudahan sangat dibutuhkan untuk mewujudkan mimpi semua kalangan.
Kini, Muhammad Erlita tengah melanjutkan rangkaian ibadah haji dengan penuh khidmat. Semangat dan kisahnya menjadi contoh nyata bahwa kesabaran dan keteguhan hati mampu membawa seseorang meraih kebahagiaan dalam menjalankan ibadah suci ini.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.




