Media Kampung – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan rencana perubahan jam pelaksanaan Car Free Day (CFD) serta penambahan lokasi baru di Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Pengumuman ini disampaikan pada Rabu, 6 Mei 2026, di Balai Kota DKI Jakarta setelah audiensi dengan Badan Pusat Statistik.

Pramono menegaskan, “Pada waktunya saya akan umumkan ada perubahan jam untuk Car Free Day,” menandakan bahwa penyesuaian waktu masih dalam tahap kajian. Saat ini, CFD rutin dilaksanakan dari pukul 06.00 hingga 10.00 WIB sepanjang jalur Sudirman‑Thamrin, dengan seluruh arus lalu lintas kendaraan dialihkan untuk memberi ruang bagi pejalan kaki dan pesepeda.

Selain mengubah jam, Pemerintah Provinsi DKI juga menyiapkan Jalan Rasuna Said sebagai lokasi CFD tambahan. “Rasuna Said itu nantinya kita persiapkan juga untuk menjadi Car Free Day seperti Sudirman‑Thamrin,” ujar Pramono. Penambahan ini diharapkan memberi pilihan lebih luas bagi warga yang ingin berolahraga atau sekadar menikmati ruang terbuka publik di kawasan pusat bisnis.

Rencana perluasan lokasi CFD ini sejalan dengan kebijakan DKI Jakarta untuk mengoptimalkan penggunaan ruang publik serta mendorong gaya hidup sehat. Pramono menambahkan, “Dan mudah‑mudahnya masyarakat Jakarta semakin sehat,” menekankan tujuan utama program tersebut yaitu meningkatkan aktivitas fisik warga.

Walaupun belum ada rincian pasti mengenai jadwal perubahan jam atau titik mulai penambahan di Jalan Rasuna Said, Pramono menegaskan bahwa keputusan final akan diumumkan secara resmi setelah evaluasi mendalam. Ia juga menekankan pentingnya koordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kelancaran implementasi.

Car Free Day pertama kali diperkenalkan di Jakarta pada 2007 dan sejak saat itu menjadi agenda rutin mingguan yang menarik ribuan peserta. Selama empat jam pelaksanaan, jalan utama di Sudirman‑Thamrin ditutup untuk kendaraan bermotor, memungkinkan pejalan kaki, pesepeda, dan komunitas olahraga lain menikmati lingkungan tanpa hambatan.

Penambahan lokasi di Rasuna Said dipilih karena letaknya yang strategis, menghubungkan area perkantoran, perumahan, dan pusat perbelanjaan. Pemerintah DKI berencana menyiapkan fasilitas pendukung seperti pos keamanan, tempat sampah, serta area istirahat untuk memastikan kenyamanan peserta.

Jika perubahan jam dan lokasi baru diterapkan, diharapkan arus partisipasi akan meningkat, terutama di kalangan pekerja kantoran yang dapat memanfaatkan waktu sebelum atau sesudah jam kerja. Hal ini sekaligus berpotensi mengurangi tingkat polusi udara di pusat kota pada pagi hari.

Secara historis, CFD menjadi salah satu program unggulan DKI Jakarta dalam rangka revitalisasi ruang publik. Pemerintah provinsi terus memantau dampak sosial dan lingkungan melalui data BPS serta survei kepuasan warga, yang menjadi dasar penyesuaian kebijakan selanjutnya.

Dengan rencana perubahan jam dan penambahan lokasi ini, Pramono Anung berharap warga Jakarta dapat menikmati lebih banyak ruang terbuka untuk berolahraga, bersosialisasi, dan beraktivitas fisik secara rutin, memperkuat komitmen kota menuju gaya hidup lebih sehat dan berkelanjutan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.