Media Kampung – 17 April 2026 | Pemerintah Kabupaten Jember melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember memperkuat upaya mitigasi kekeringan dengan menandatangani kerja sama penyediaan air bersih bagi masyarakat.
Langkah tersebut dimulai dengan pendistribusian surat undangan resmi kepada pemilik dan pengelola sumber daya air di wilayah Kabupaten Jember.
Penerima undangan meliputi Perumdam Tirta Pandalungan, Yayasan Ibnu Katsir, SMK Teknologi Balung, serta sejumlah perusahaan perkebunan PTPN yang berlokasi di daerah Tempurejo.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Karena itu, kami menggandeng berbagai pihak untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jember, Zughrinada Wahyudi Hidayat pada Rabu, 15 April 2026.
BPBD Jember melakukan komunikasi awal dengan calon mitra serta survei lapangan untuk memetakan potensi sumber air yang dapat dimanfaatkan.
Hasil survei menunjukkan adanya beberapa mata air alami, sumur bor, dan jaringan distribusi yang masih berfungsi namun memerlukan peningkatan kapasitas.
Berbagai pihak yang dihubungi menyatakan kesiapan untuk berkontribusi dalam penyediaan air, baik melalui penyediaan volume air maupun dukungan infrastruktur.
Kekeringan menjadi masalah tahunan di Jember, terutama di daerah pedesaan yang bergantung pada debit tanah yang menurun drastis saat musim kemarau.
Untuk mengatasi hal tersebut, BPBD menyiapkan armada distribusi air bersih yang meliputi truk tangki berkapasitas tinggi serta tandon portabel yang dapat dijangkau ke daerah terpencil.
Armada ini telah dilengkapi dengan peralatan sanitasi dan sistem navigasi guna memastikan distribusi tepat waktu dan higienis.
Kesiapsiagaan sejak dini menjadi prioritas, sehingga penanganan kekeringan tidak bersifat reaktif melainkan terencana.
“Harapannya, ketika kemarau datang, kita sudah siap dengan sistem distribusi dan jaringan kerja yang matang,” tambah Hidayat dalam wawancara singkat.
BPBD Jember menargetkan bahwa jaringan kerja sama ini akan aktif pada awal musim kemarau berikutnya, yakni bulan Mei 2026.
Pemerintah daerah menilai bahwa pendekatan terkoordinasi dapat meminimalkan dampak krisis air bersih bagi warga, terutama di wilayah rawan kekeringan.
Pengumuman resmi tersebut disampaikan pada tanggal 15 April 2026, menjelang puncak curah hujan yang biasanya menandai pergantian musim.
Di Tempurejo, Perumdam Tirta Pandalungan berjanji menyediakan pasokan air bersih sebanyak 150 liter per rumah tangga setiap hari selama periode kemarau.
SMK Teknologi Balung akan mengalokasikan tenaga teknis mahasiswa untuk membantu pemeliharaan pompa air dan instalasi distribusi di desa-desa terpilih.
PTPN di wilayah tersebut menawarkan penggunaan jaringan irigasi yang dapat diadaptasi menjadi jalur distribusi air bersih sementara.
Yayasan Ibnu Katsir berkomitmen menyumbangkan 10.000 liter air per minggu untuk posko-posko bantuan di kecamatan yang paling terdampak.
Perumdam Tirta Pandalungan juga akan melakukan pengujian kualitas air secara berkala untuk memastikan standar kesehatan terpenuhi.
BPBD Jember mengawasi pelaksanaan kerja sama melalui tim khusus yang melaporkan progres mingguan kepada kepala daerah.
Tim tersebut juga mengintegrasikan data pemantauan debit air tanah dengan sistem peringatan dini berbasis GIS.
Data tersebut membantu menentukan prioritas distribusi ke wilayah yang paling kritis, sehingga sumber daya dapat dialokasikan secara efisien.
Warga yang berada di zona rawan kini dapat mengakses informasi jadwal pengiriman air melalui posko BPBD atau aplikasi pesan singkat resmi.
Sejauh ini, lebih dari 20 mitra telah menandatangani nota kesepahaman, menandakan komitmen luas terhadap upaya mitigasi kekeringan.
BPBD Jember menegaskan bahwa kerja sama ini akan terus dievaluasi dan diperluas seiring berjalannya waktu untuk menanggulangi tantangan iklim yang berubah.
Dengan jaringan kerja sama yang matang, diharapkan Jember dapat melewati musim kemarau 2026 dengan dampak air bersih yang terkendali.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan