Media Kampung – Garin Nugroho menegaskan bahwa LA Indie Movie menjadi wadah paling tepat bagi mereka yang ingin mengasah kemampuan di dunia perfilman, terutama bagi generasi muda yang bercita‑cita menjadi filmmaker. Pernyataan itu disampaikan saat pertemuan dengan Kumparan di Gedung Ilmu Komunikasi Universitas Gadjah Mada pada 12 Januari 2026.

LA Indie Movie, sebuah komunitas kreator film yang telah beroperasi sejak 2007, sempat vakum selama enam tahun akibat pandemi. Pada pertengahan 2026, komunitas tersebut kembali dengan konsep yang lebih modern, menambahkan elemen kecerdasan buatan serta visi yang lebih visioner untuk menyiapkan talenta baru dalam industri film.

Program yang dihadirkan meliputi serangkaian workshop, kelas inspiratif, serta mentorship eksklusif bersama pakar perfilman terpilih. Garansi kompetisi dan hadiah mencapai Rp400 juta bagi finalis terpilih, memberi dorongan finansial yang signifikan bagi pembuat film pendek. “Melalui rangkaian workshop dan kompetisi, wadah ini memberi bekal keterampilan dan membuka kesempatan masuk ke industri perfilman,” tegas Garin dalam keterangan tertulis.

Hani Aulia, perwakilan LA Indie Movie, menambahkan komitmen komunitas dalam mendukung talenta kreatif Indonesia. “LA Indie Movie berkomitmen untuk mendukung talenta kreatif Indonesia di sektor perfilman Indonesia,” ujar Hani, sekaligus menyoroti keberhasilan alumni yang kini berkarier di kancah internasional.

Acara pelatihan akan dilangsungkan di dua kota besar: Jakarta pada 13‑14 Juni 2026 dan Yogyakarta pada 20‑21 Juni 2026. Peserta dapat mendaftar secara online melalui situs resmi LA Indie Movie atau langsung di lokasi. Tiket publik dibanderol Rp75 ribu, sedangkan mahasiswa dapat membeli tiket seharga Rp50 ribu dengan menunjukkan kartu mahasiswa aktif.

Mentor yang akan terlibat meliputi nama‑nama besar industri film Indonesia, seperti Joko Anwar, Wregas Bhanuteja, Khozy Rizal, Fajar Nugros, Loeloe Hendra, Jeihan Angga, Odair Faleco yang mengkhususkan diri pada film AI, serta produser seperti Ifa Isfansyah dan Tia Hasibuan. Selain itu, hadir pula aktor‑aktor muda, director of photography, desainer produksi, editor, dan VFX artist yang akan memberikan perspektif teknis lengkap.

Pengembangan teknologi global, khususnya kecerdasan buatan, menjadi salah satu topik utama yang akan dibahas dalam rangkaian workshop. Hal ini sejalan dengan tren industri konten kreatif yang semakin mengintegrasikan AI dalam proses produksi, post‑production, dan distribusi.

Dengan dukungan promosi film yang diproduksi melalui media terpilih dan partisipasi dalam festival film internasional, LA Indie Movie memberikan peluang eksposur yang luas bagi karya-karya muda. Program ini diharapkan menjadi katalisator regenerasi perfilman Indonesia, menumbuhkan karya otentik yang dapat bersaing di pasar global.

Kehadiran Garin Nugroho sebagai salah satu mentor menambah bobot program, mengingat pengalaman dan reputasinya sebagai sutradara serta budayawan yang telah menorehkan prestasi di kancah internasional. Ia menekankan pentingnya platform semacam ini untuk memperkuat ekosistem film lokal dan menyiapkan generasi berikutnya menghadapi tantangan industri yang semakin kompetitif.

Sejak lebih dari 15 tahun lalu, LA Indie Movie terus berkontribusi mencetak filmmaker muda yang kini merambah pasar internasional. Keberhasilan ini menunjukkan efektivitas model pembinaan yang menggabungkan teori, praktik, serta jaringan profesional yang solid.

Para calon peserta yang tertarik dapat mengakses portal pendaftaran mulai 1 Mei 2026, mengunggah ide cerita, serta melampirkan portofolio untuk mengikuti kompetisi. Dengan biaya yang terjangkau dan dukungan mentor berkelas, peluang bagi generasi baru untuk menembus industri film tampak semakin terbuka lebar.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.