Media Kampung – Tim penyelamat Basarnas dan SAR gabungan berhasil melakukan evakuasi korban dari dalam gerbong kereta yang terjepit di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, dengan memberikan oksigen kepada penumpang yang masih hidup sebelum proses ekstrikasi dimulai.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 23.10 WIB ketika kereta Argo Bromo Anggrek menabrak KRL Commuter Line di jalur Stasiun Bekasi Timur, menyebabkan lokomotif menembus gerbong terakhir KRL dan menimbulkan ruang sempit di dalamnya. Sebanyak tujuh puluh dua penumpang berada di dalam rangkaian yang terdampak.
Tim SAR tiba di lokasi sekitar 30 menit setelah kejadian dan langsung menilai tingkat bahaya. Karena sebagian gerbong terjepit, mereka menunda penarikan lokomotif dan memprioritaskan penyelamatan tiga korban yang masih bernapas namun terkurung dalam material kereta.
Petugas menggunakan peralatan ekstrikasi khusus, termasuk pemotong hidrolik dan selang oksigen portabel. Oksigen diberikan melalui masker yang dipasang pada korban untuk mencegah hipoksia selama proses pengangkatan, sementara tim memotong bagian kereta secara perlahan agar tidak memperparah cedera.
“Kami beroperasi nonstop selama delapan jam dengan sistem shift agar proses evakuasi tidak terhenti,” ujar Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, Kepala Basarnas, dalam konferensi pers. “Korban yang masih hidup dapat berkomunikasi, sehingga kami dapat menyesuaikan teknik penyelamatan dengan kondisi mereka masing-masing.”
Setelah berhasil mengekstrak ketiga korban, tim medis segera memberikan perawatan pertama, termasuk pemberian oksigen tambahan, penstabilan jalan napas, dan pemeriksaan luka. Dua korban pertama dinyatakan meninggal dunia di tempat, sementara lima lainnya dibawa ke rumah sakit terdekat dengan kondisi stabil.
Menurut data sementara, sebanyak 85 orang dinyatakan selamat dan dirawat di rumah sakit, sedangkan tujuh korban meninggal dunia. Jumlah korban hidup mencakup penumpang kereta Argo Bromo Anggrek dan KRL yang mengalami luka ringan hingga serius.
Para korban yang selamat dipindahkan ke beberapa rumah sakit di wilayah Bekasi, termasuk RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Hermina, RS Mitra Keluarga, dan RS Siloam. Setiap rumah sakit menerima tim medis dari Basarnas untuk memastikan penanganan lanjutan yang terkoordinasi.
Lokomotif Argo Bromo yang sempat menembus gerbong KRL berhasil dipisahkan pada pukul 08.15 WIB keesokan harinya, dan selanjutnya ditarik keluar dari stasiun untuk pemeriksaan lebih lanjut. Petugas KAI menutup jalur Bekasi Timur sementara proses investigasi berlangsung.
Saat ini, stasiun tetap ditutup untuk layanan penumpang, sementara posko informasi dibuka untuk membantu keluarga mengetahui kondisi korban. Basarnas dan KAI terus memantau perkembangan kesehatan para korban dan akan melaporkan hasil investigasi resmi dalam beberapa minggu ke depan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan