Media Kampung – 17 April 2026 | Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) berhasil meraih penghargaan Best 5G Service Provider pada ajang Uzone Choice Awards 2026, sekaligus menandatangani nota kesepahaman dengan Bank Tabungan Negara (BTN) untuk memperluas layanan keuangan digital, dan menjadi subjek sorotan Mahkamah Konstitusi terkait skema kuota internet hangus.

Penghargaan tersebut diumumkan pada 15 April 2026 di Jakarta setelah juri menilai jaringan 5G IOH yang mencakup lebih dari 5.200 menara base transceiver station (BTS) serta menyediakan layanan stabil di 34 provinsi, menandakan capaian penyebaran yang lebih luas dibanding kompetitor.

“Kami sangat bangga atas pencapaian ini dan berkomitmen terus menghadirkan layanan inovatif bagi masyarakat Indonesia,” ujar juru bicara Indosat dalam sambutan resmi pada malam penghargaan.

Data internal perusahaan menunjukkan pertumbuhan pengguna 5G aktif naik 28 persen year‑on‑year, dengan rata‑rata kecepatan unduh mencapai 420 megabit per detik, memperkuat posisi IOH sebagai pemimpin teknologi generasi kelima di tanah air.

Dalam upaya memperkuat ekosistem keuangan inklusif, IOH dan BTN menandatangani MoU pada 16 April 2026 di Jakarta, yang menargetkan integrasi layanan pembayaran digital, kredit mikro, serta platform tabungan berbasis jaringan seluler.

“Kolaborasi ini memungkinkan BTN memanfaatkan jaringan luas IOH untuk menjangkau pedagang mikro di daerah terpencil, sehingga inklusi keuangan dapat meningkat secara signifikan,” kata Nixon L.P. Napitupulu, Direktur Utama BTN.

Melalui sinergi tersebut, BTN akan mengakses infrastruktur digital IOH, termasuk platform API yang mendukung transaksi real‑time, sementara IOH memperoleh peluang diversifikasi pendapatan dari layanan keuangan berbasis cloud.

Produk Freedom Combo milik Indosat, yang mengusung fitur data rollover, menjadi contoh konkret bagaimana operator berupaya melindungi konsumen dari kehilangan kuota ketika masa aktif berakhir, sekaligus menyiapkan argumen dalam kasus yang dibahas Mahkamah Konstitusi.

Majelis Hakim MK pada 16 April 2026, dipimpin oleh Justice Arsul Sani, menanyakan potensi kerugian bagi operator jika skema kuota hangus tetap diberlakukan, mengingat konsumen dapat kehilangan nilai yang telah dibayar.

Arsul menekankan bahwa beberapa operator, termasuk Telkomsel, XL, dan Indosat, sudah menyediakan mekanisme akumulasi kuota melalui paket berlangganan yang masih aktif, sehingga kebijakan hangus dapat dianggap tidak proporsional.

Jika MK memutuskan mengubah regulasi, Indosat diperkirakan akan menyesuaikan produk digitalnya, memperluas fitur rollover, dan memperkuat program edukasi konsumen terkait manajemen kuota.

Ke depan, Indosat Ooredoo Hutchison tetap mengedepankan pengembangan jaringan 5G yang lebih merata, memperluas layanan keuangan digital bersama BTN, sekaligus menunggu keputusan Mahkamah Konstitusi untuk memastikan perlindungan hak konsumen tetap terjaga.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.