Media Kampung – Real Madrid harus menerima kenyataan pahit setelah gelandang muda incarannya, Nico Paz, memilih bertahan di Como 1907 daripada kembali ke Santiago Bernabeu. Keputusan ini sekaligus memupus harapan Los Blancos yang terus mendorong klausul pembelian kembali pemain berusia 21 tahun tersebut pada bursa transfer musim panas 2026.

Menurut laporan dari Football Italia, prospek Como yang akan bermain di Liga Champions musim 2026-2027 menjadi salah satu alasan utama Paz bertahan lebih lama di Italia. Como sendiri memastikan tiket ke Liga Champions setelah meraih kemenangan di pekan ke-38 Liga Italia melawan Cremonese.

Sebelumnya, pelatih Como, Cesc Fabregas, mengaku pasrah soal nasib Paz yang diincar Real Madrid. Padahal, Como arahan Fabregas membutuhkan peran Paz sebagai pengatur serangan utama.

Nama Paz sebenarnya bukan sosok asing bagi Madridistas. Produk akademi Real Madrid itu sempat digadang-gadang sebagai salah satu talenta terbaik sebelum dilepas ke Como. Real Madrid bisa membawanya kembali dengan harga sekitar 10,6 juta euro, nilai yang tergolong murah dibanding potensi dan minat klub lain.

Bergabung ke Como menjadi titik balik dalam karier Paz. Selama dua musim terakhir, ia mencatatkan 19 gol dan 17 assist dalam 75 pertandingan di seluruh ajang. Statistik tersebut membuat namanya kembali masuk radar klub-klub besar Eropa.

Jose Mourinho, yang belum resmi ditunjuk sebagai pelatih Real Madrid, dikabarkan telah menjadikan Paz sebagai prioritas utama pada bursa transfer musim panas 2026. Menurut jurnalis Belgia Sacha Tavolieri, Mourinho bahkan telah berbicara langsung dengan Paz dan memandangnya sebagai bagian penting dalam proyek jangka panjang Real Madrid.

Namun, Paz tampaknya telah menentukan pilihan. Ia lebih memilih bertahan di Como yang akan berlaga di Liga Champions ketimbang kembali ke Real Madrid. Keputusan ini menjadi pukulan telak bagi Real Madrid yang berharap bisa memulangkan salah satu talenta terbaiknya.

Sementara itu, Paz baru saja membela Timnas Argentina dalam laga uji coba melawan Islandia, di mana ia bermain selama 57 menit sebelum digantikan. Ia juga sempat dikhawatirkan mengalami cedera lutut kiri, namun kondisinya perlahan membaik dan ia menekankan bahwa cedera tersebut tidak serius.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.