Media Kampung – 12 April 2026 | Warga Apresiasi Bantuan Bedah Rumah Polda Sumsel Jelang Hari Bhayangkara, mengungkapkan rasa syukur atas renovasi 40 rumah tidak layak huni yang diselesaikan menjelang peringatan 2026. Program ini menandai wujud kepedulian Polri kepada masyarakat kurang mampu di Provinsi Sumatera Selatan.
Renovasi tersebut dilaksanakan oleh Polda Sumsel mulai awal bulan April 2026, dengan anggaran yang dikelola secara transparan melalui dana khusus bantuan sosial. Tim teknis yang terdiri dari insinyur, tukang, dan relawan bekerja selama dua minggu untuk memperbaiki struktur bangunan, instalasi listrik, serta sanitasi.
Setiap rumah dipilih berdasarkan kriteria pendapatan di bawah garis kemiskinan, kepemilikan lahan, dan kondisi bangunan yang mengancam keselamatan penghuni. Dari total 40 rumah, 25 berada di Palembang, 10 di Lubuklinggau, dan 5 di wilayah Ogan Ilir.
Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs. H. M. Rudi Saputra menyerahkan kunci rumah kepada para penerima pada upacara yang dihadiri tokoh masyarakat dan aparat keamanan. “Kami berharap bantuan ini menjadi bagian nyata dari komitmen Polri dalam melindungi dan meningkatkan kesejahteraan warga,” ujarnya.
Upacara seremonial dilaksanakan di Balai Pertemuan Polda Sumsel pada 23 April 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Bhayangkara ke-74. Acara diawali dengan pembacaan doa bersama, diikuti penampilan kesenian tradisional Palembang.
Warga yang menerima bantuan, seperti Ibu Siti Fatimah, mengaku terharu karena rumah lama mereka hampir roboh akibat banjir tahunan. “Sekarang anak-anak dapat belajar di ruang yang aman, dan keluarga kami tidak lagi khawatir akan kebocoran,” kata Ibu Siti.
Selain perbaikan struktural, masing‑masing rumah dilengkapi dengan perabot dasar, termasuk tempat tidur, lemari, dan peralatan dapur sederhana. Pihak Polda juga menyumbangkan paket sembako senilai Rp 500 ribu untuk masing‑masing keluarga.
Proyek bedah rumah ini merupakan bagian dari program CSR (Corporate Social Responsibility) Polri yang dikenal sebagai “Rumah Peduli”. Program serupa telah dilaksanakan di beberapa provinsi, seperti Jawa Barat dan Sulawesi Selatan, dengan total lebih dari 200 rumah yang direnovasi.
Data resmi Polda Sumsel mencatat bahwa 95 persen rumah telah selesai tepat waktu, sementara 5 persen mengalami penundaan karena cuaca ekstrem. Semua rumah telah lulus inspeksi akhir oleh tim audit independen sebelum penyerahan kunci.
Sejumlah organisasi non‑pemerintah, seperti Yayasan Kemanusiaan Indonesia, turut berkolaborasi dalam penyediaan material bangunan ramah lingkungan. Material tersebut dipilih untuk mengurangi jejak karbon dan meningkatkan efisiensi energi rumah.
Penggunaan cat anti‑jamur dan ventilasi silang menjadi fokus utama dalam desain renovasi, guna mengurangi risiko penyakit pernapasan di musim hujan. Setiap rumah juga dilengkapi dengan lampu LED hemat energi yang diharapkan dapat menurunkan biaya listrik keluarga.
Kegiatan serupa direncanakan akan dilanjutkan pada tahun 2027, dengan target renovasi tambahan 60 rumah di daerah pedalaman. Polda Sumsel menargetkan kolaborasi dengan pemerintah kabupaten dan dinas perumahan setempat.
Para tokoh agama yang hadir, seperti KH. Ahmad Zaki, menilai langkah Polri sebagai wujud nyata nilai gotong‑royong dalam masyarakat. “Kita semua berperan dalam menciptakan lingkungan yang layak,” ia menambahkan.
Selama acara, anak‑anak warga bermain di lapangan yang baru dilapisi aspal, menandakan peningkatan fasilitas umum di sekitar kompleks perumahan. Hal ini juga memperkuat rasa kebersamaan antarwarga dan aparat keamanan.
Ke depannya, Polda Sumsel berkomitmen untuk melakukan monitoring rutin terhadap kondisi rumah yang telah direnovasi, termasuk perawatan berkala pada instalasi listrik. Tim monitoring akan melaporkan hasilnya kepada Bupati dan Walikota setempat.
Dengan selesainya proyek bedah rumah, harapan masyarakat terhadap kualitas hidup meningkat secara signifikan, sekaligus menegaskan peran Polri sebagai institusi yang peduli tidak hanya pada keamanan, tetapi juga kesejahteraan sosial.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan