Media Kampung, Ponorogo – Dinas Sosial (Dinsos) Ponorogo bersama tim pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) masih melakukan penjangkauan terhadap calon siswa Sekolah Rakyat (SR) jenjang SD. Pasalnya, dari kuota 30 anak dalam satu rombongan belajar, baru terisi 16 calon siswa.
Ketua Tim PKH Ponorogo, Kademin, mengatakan tim kini turun ke lapangan untuk menyisir anak usia SD dari keluarga tidak mampu agar bersekolah di SR. Upaya itu dilakukan agar kuota SD terpenuhi 100 persen, meski sudah ada penetapan calon siswa baru.
“Untuk jenjang SD sementara ditetapkan 16 calon siswa. Sesuai arahan Kemensos, untuk pemenuhan kuota itu kita tetap melakukan penjangkauan sampai waktu efektif pembelajaran. Saat ini sedang berproses di lapangan,” ujarnya, kemarin.
Ia berharap kuota siswa SD pada SR Ponorogo tahun ini bisa terisi penuh sebelum pra-MPLS dilaksanakan pada pertengahan Juli. “Harapan kami sebelum efektif pembelajaran nanti sudah terpenuhi dan tentunya akan dikeluarkan SK susulan terkait penetapan siswa SD,” jelasnya.
Sementara itu, pada tahun ajaran baru ini, SR Terintegrasi 5 Ponorogo membuka masing-masing satu rombel atau 30 siswa untuk jenjang SMP dan SMA. Jumlah peminat di dua jenjang tersebut justru melebihi kuota, yaitu 51 siswa untuk SMP dan 58 siswa untuk SMA.
Tim yang terdiri dari Dinsos, BPS, pemerintah kecamatan, dan pendamping sosial menerapkan penyaringan dengan verifikasi ke rumah calon siswa (home visit) untuk melihat kondisi sosial ekonomi guna perangkingan. “Bagi yang tereliminasi di SR, kita fasilitasi untuk mendapatkan akses pelayanan pendidikan. Data mereka kita berikan ke cabang dinas pendidikan Jawa Timur wilayah Ponorogo untuk calon siswa jenjang SMA/SMK, dan ke Dindik Ponorogo untuk calon siswa SD/SMP,” tegasnya.
Pada tahun ajaran baru ini, siswa SR Terintegrasi 5 Ponorogo sementara akan dititipkan di SR Permanen Kabupaten Madiun sembari menunggu proses pembangunan SR permanen Ponorogo selesai.





















Tinggalkan Balasan