Media Kampung – Pemerintah Kabupaten Magetan terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui program Anting Emas (Asuh Balita Stunting untuk Mewujudkan Generasi Magetan Berkualitas). Program ini tidak sekadar memberikan bantuan sesaat, melainkan menitikberatkan pada pendampingan rutin terhadap balita yang berisiko mengalami stunting.
Melalui program tersebut, Bupati, Wakil Bupati, hingga kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berperan sebagai orang tua asuh bagi balita sasaran. Mereka tidak hanya memberikan bantuan nutrisi selama tiga bulan, tetapi juga melakukan pemantauan langsung terhadap perkembangan anak bersama tenaga kesehatan dan kader di lapangan.
Kunjungan Wakil Bupati Magetan
Wakil Bupati Magetan Suyat kembali mengunjungi salah satu balita yang menjadi anak asuhnya. Dalam kunjungan itu, ia berdiskusi dengan orang tua balita dan kader posyandu mengenai perkembangan berat badan, pola makan, serta tindak lanjut yang perlu dilakukan agar pertumbuhan anak sesuai dengan usianya.
Menurut Suyat, keberhasilan penanganan stunting bergantung pada kesinambungan pendampingan, bukan hanya pemberian bantuan makanan tambahan. “Generasi penerus bangsa di Magetan harus tumbuh sehat dan berkembang secara optimal. Melalui program Anting Emas, kami ingin memastikan anak-anak yang berisiko stunting mendapatkan perhatian dan pendampingan yang berkelanjutan,” katanya.
Evaluasi Berkelanjutan
Ia menjelaskan, setiap hasil pemantauan akan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah bersama puskesmas dan kader kesehatan untuk menentukan langkah penanganan berikutnya. Dengan pola pendampingan tersebut, kondisi balita dapat dipantau secara berkala hingga mencapai status gizi yang lebih baik.
Program Anting Emas menjadi salah satu strategi Pemerintah Kabupaten Magetan dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader, dan keluarga untuk mempercepat penurunan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan anak sejak usia dini.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan