Media Kampung – Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan dukungan penuh untuk perbaikan rumah warga yang rusak akibat gempa bumi magnitudo 6,7 di Sulawesi Tengah (Sulteng). Berdasarkan data terbaru hingga Rabu (17/6), tercatat 1.254 rumah rusak akibat gempa Sulteng yang tersebar di beberapa wilayah.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan bahwa pemerintah menyiapkan skema bantuan stimulan untuk perbaikan rumah. Besaran bantuan disesuaikan dengan tingkat kerusakan: Rp15 juta untuk rumah rusak ringan, Rp30 juta untuk rusak sedang, dan Rp60 juta untuk rusak berat.

“Skema penggantian atau perbaikan rumah rusak ini selalu ada di setiap kejadian bencana,” ujar Abdul Muhari dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (17/6). Selain bantuan stimulan, BNPB juga menyalurkan Dana Tunggu Hunian (DTH) sesuai kebutuhan lapangan. Jika kondisi mendesak, hunian sementara (huntara) berkonsep bongkar pasang akan segera dimobilisasi bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.

Data Direktorat Pudalops BNPB mencatat Kabupaten Sigi sebagai wilayah terdampak terparah dengan 1.074 rumah rusak ringan, 110 rusak sedang, dan 30 rusak berat. Selain rumah, gempa juga merusak 33 fasilitas ibadah, empat perkantoran, dua sekolah, dan satu jembatan.

Di Kota Palu, gempa merusak 20 rumah, satu fasilitas umum, satu tempat usaha, serta satu jembatan yang mengalami keretakan struktur. Sementara di Kabupaten Poso, lima rumah warga terdampak, dengan tiga rusak ringan dan dua masih dalam asesmen. Kabupaten Parigi Moutong mencatat 15 rumah rusak yang kini sedang diverifikasi lebih lanjut.

Dengan total 1.254 rumah rusak, pemerintah terus memastikan proses pendataan dan penyaluran bantuan berjalan tepat sasaran. BNPB mengimbau warga terdampak untuk melaporkan kondisi rumah mereka ke pemerintah daerah setempat agar bisa segera diproses.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.