Media Kampung – Pendaftaran Program Beasiswa Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan (SDMP) Kelapa Sawit Tahun 2026 akan ditutup dalam waktu sepekan, tepatnya pada 20 Juni 2026. Program yang digagas Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP) ini menyediakan kuota nasional sebanyak 5.000 peserta.

Beasiswa ini tidak hanya diperuntukkan bagi anak petani sawit dan buruh perkebunan, tetapi juga terbuka untuk anak pekerja pabrik kelapa sawit hingga putra-putri Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memiliki kebun sawit sendiri. Hal ini disampaikan oleh Verifikator Beasiswa SDM Sawit Wilayah Bangka Belitung sekaligus Ketua Tim Kerja Tanaman Tahunan dan Penyegar Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Erico Febriandi.

“Anak ASN boleh ikut mendaftar dengan syarat harus memiliki kebun sawit sendiri,” ujar Erico dalam keterangannya. Menurutnya, program ini merupakan langkah nyata pemerintah dalam mencetak tenaga profesional yang siap menghadapi tantangan industri kelapa sawit di masa mendatang. Melalui skema pendidikan vokasi maupun akademik, peserta diharapkan menjadi SDM yang inovatif dan berdaya saing.

Proses pendaftaran telah dibuka sejak 3 Juni 2026 berdasarkan Surat Pengumuman Nomor 718SM.220E.4052026 yang ditandatangani Direktur Tanaman Sawit dan Aneka Palma, Iim Mucharam, pada 29 Mei 2026. Calon peserta dapat mendaftar secara daring melalui laman resmi https://sdmperkebunan.bpdp.or.id dengan mengikuti seluruh ketentuan yang telah ditetapkan. Informasi lebih lanjut juga tersedia di situs Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian.

Program Beasiswa SDM Sawit menawarkan berbagai fasilitas menarik bagi penerimanya. Selain pembiayaan pendidikan penuh, mahasiswa juga mendapatkan uang saku, bantuan biaya buku, dukungan transportasi, biaya wisuda, serta kesempatan magang di perusahaan industri kelapa sawit. Di akhir masa pendidikan, peserta akan memperoleh sertifikat kompetensi sebagai bekal memasuki dunia kerja.

Erico mengimbau calon peserta yang memenuhi syarat untuk segera mendaftar sebelum batas akhir. “Karena itu kami sampaikan, mumpung masih ada waktu silakan daftar,” tegasnya. Dengan kuota 5.000 mahasiswa yang segera terisi, kesempatan ini menjadi momentum bagi generasi muda yang ingin berkontribusi pada keberlanjutan industri sawit nasional.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.