Media Kampung – Sebuah kapal motor tradisional yang membawa bantuan sembako untuk warga Pulau Gili Ketapang, Kabupaten Probolinggo, terbalik di perairan setempat pada Selasa sore. Akibatnya, sekitar 7 ton bantuan pangan tenggelam dan tidak dapat disalurkan kepada masyarakat.

Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Probolinggo, Arif Kurniadi, mengungkapkan bahwa KM Bahari Makmur yang mengalami kecelakaan itu memuat 6,8 ton beras dan 601 liter minyak goreng. Minyak goreng yang berada dalam kemasan berhasil diselamatkan, namun seluruh bantuan pangan dinyatakan tidak layak salur.

Bantuan yang berasal dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) tersebut akan diganti dengan stok baru. Pengiriman ulang akan dilakukan melalui Perum Bulog Cabang Probolinggo dan dijadwalkan tiba di Gili Ketapang pada Jumat, 12 Juni 2026, untuk dibagikan kepada warga pada Sabtu, 13 Juni 2026.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Probolinggo, Hendra Yulispriyanto, menyatakan bahwa pihaknya masih menyelidiki penyebab kecelakaan. Ketua paguyuban dan nahkoda kapal telah dimintai keterangan. Meski kerugian material mencapai sekitar Rp90 juta, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.