Media Kampung – Sinode BNKP melalui Pelayanan Masyarakat (Pelmas) menyalurkan bibit ikan nila kepada jemaat yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Program ini merupakan bagian dari upaya pemulihan ekonomi pascabencana.

Penyerahan bibit dilakukan secara simbolis pada 3 Juni 2026 di Gedung Gereja BNKP Jemaat Aek Horsik, Kecamatan Badiri. Program menyasar sejumlah jemaat terdampak, antara lain BNKP Jemaat Aek Horsik, Lubuk Bange, Sigiring-giring, Pagaran Honas, dan Sibio-bio yang berada di wilayah Resort 40 BNKP.

Direktur Pelmas BNKP, Pdt. Ornema Gea, menyatakan bantuan ini merupakan bentuk dukungan gereja untuk membantu jemaat bangkit setelah bencana pada November 2025 lalu. “Kami berharap program budidaya ikan nila ini dapat menjadi sumber penguatan ekonomi keluarga jemaat sekaligus membangun kembali semangat warga untuk bangkit dan mandiri setelah bencana,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pelmas BNKP akan terus melakukan pendampingan agar program berjalan optimal dan memberikan manfaat berkelanjutan. Program pemberdayaan ekonomi ini menjadi salah satu bentuk pelayanan gereja dalam mendukung pemulihan kehidupan jemaat menuju kemandirian ekonomi yang lebih kuat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.