Media KampungKementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menegaskan pentingnya kepatuhan jemaah haji terhadap aturan ihram selama melaksanakan ibadah haji. Hal ini dilakukan agar proses ibadah berjalan dengan khusyuk dan tertib sesuai ketentuan agama.

Maria Assegaff, Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, menjelaskan bahwa bagi jemaah laki-laki, penggunaan pakaian ihram harus sesuai syariat, yakni tidak memakai pakaian berjahit yang membentuk bagian tubuh, serta tidak menutup kepala dengan penutup yang menempel seperti peci atau sorban. Selain itu, penggunaan alas kaki juga harus memperhatikan aturan, yakni tidak menutup mata kaki dan tumit.

Untuk jemaah perempuan, selama dalam keadaan ihram tidak diperbolehkan menutupi wajah dengan cadar atau menggunakan sarung tangan. Aturan ini bertujuan untuk menjaga kesucian dan kekhusyukan ibadah selama menjalankan rangkaian haji.

Selain itu, seluruh jemaah haji dilarang melakukan tindakan seperti memotong kuku, mencabut rambut, dan memakai wangi-wangian setelah niat ihram. Aktivitas menikah atau menikahkan, serta hubungan suami istri selama ihram juga tidak diperbolehkan sesuai ketentuan agama.

Maria juga mengimbau agar jemaah menjaga lisan dan perilaku agar ibadah tetap fokus dan penuh khusyuk. Jemaah dianjurkan menghindari pertengkaran, ucapan kotor, dan perilaku yang dapat mengganggu suasana ibadah.

Menjelang puncak ibadah haji, Kementerian Haji dan Umrah secara bertahap memberangkatkan jemaah dari hotel di Kota Makkah menuju Arafah sesuai jadwal yang telah ditetapkan pada pukul 07.00, 11.30, dan 16.30 waktu Arab Saudi. Jemaah diminta untuk tidak bergerak sendiri dan tidak mendahului rombongan agar proses berlangsung aman dan tertib.

Maria menekankan pentingnya kepatuhan terhadap arahan petugas kloter, sektor, dan pembimbing ibadah agar seluruh rangkaian ibadah dapat terlaksana dengan lancar tanpa hambatan.

Dengan peraturan ketat terkait ihram dan disiplin selama pelaksanaan ibadah haji, pemerintah berharap jemaah Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk serta menjaga kesucian dan ketertiban selama berada di Tanah Suci.

Pengawasan dan pengaturan yang dilakukan Kementerian Haji dan Umrah juga menjadi upaya untuk meminimalisir gangguan serta memastikan seluruh jemaah dapat melaksanakan ibadah sesuai dengan ajaran Islam dan tata cara haji yang benar.

Keberangkatan secara bertahap dan pengawasan ketat di lapangan menjadi langkah penting dalam mendukung kelancaran ibadah. Jemaah dihimbau untuk tetap mengikuti aturan dan petunjuk yang diberikan guna menjaga keamanan dan kenyamanan bersama.

Dengan kesadaran dan kepatuhan jemaah terhadap ketentuan ihram, diharapkan seluruh proses ibadah haji Indonesia dapat berjalan lancar dan memberikan pengalaman spiritual yang mendalam bagi setiap jemaah.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.