Media Kampung – Menteri Perdagangan Budi Santoso memastikan harga kebutuhan pangan masih dalam kondisi stabil menjelang perayaan Iduladha 2026. Pemerintah terus mengawasi pergerakan harga komoditas utama agar tetap berada dalam batas yang terkendali.
Berdasarkan data dari Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP), sejumlah komoditas pokok masih diperdagangkan dengan harga di bawah batas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah. Contohnya, harga minyak goreng kemasan merek Minyakita tercatat sekitar Rp15.854 per liter, harga telur ayam Rp27.000 per kilogram, dan daging sapi sebesar Rp137.000 per kilogram, di mana HET daging sapi ditetapkan Rp140.000.
Meskipun secara umum harga pangan nasional cenderung stabil, ada beberapa komoditas yang mulai menunjukkan kenaikan di sejumlah daerah. Salah satunya adalah cabai, yang di beberapa wilayah sudah mencapai harga Rp55.000 per kilogram, namun masih berada dalam batas pengawasan pemerintah sehingga belum menimbulkan kekhawatiran.
Budi menyampaikan bahwa pemerintah terus melakukan pemantauan ketat terhadap distribusi pasokan pangan untuk memastikan ketersediaan barang di pasar tetap lancar. Khususnya untuk daerah-daerah di Indonesia bagian timur, seperti Papua, pemerintah mencatat adanya perbedaan harga yang lebih tinggi karena tantangan distribusi pasokan.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, Kemendag meminta para pemasok memperkuat distribusi komoditas ke wilayah yang masih mengalami kendala pasokan agar harga tetap terkendali. Upaya ini bertujuan menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok menjelang momentum Iduladha yang biasanya meningkatkan permintaan pasar.
Dengan pemantauan dan koordinasi yang terus dilakukan, pemerintah optimis harga kebutuhan pangan dapat tetap stabil dan tidak memberatkan masyarakat saat menyambut Hari Raya Iduladha 2026. Hal ini diharapkan dapat mendukung kelancaran perayaan dan menjaga daya beli konsumen di seluruh Indonesia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan