Media Kampung, Jombang – Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, menetapkan mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU melalui sistem Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA). Proses penentuan sembilan AHWA akan dilaksanakan pada Minggu pagi, 30 Agustus 2026, sebagai langkah penting sebelum pemilihan Ketua Umum dimulai.

Sidang Pleno III Muktamar Ke-35 NU yang digelar pada Jumat, 28 Agustus 2026, telah menyelesaikan pembahasan awal terkait sistem pemilihan Ketua Umum PBNU. Sekretaris Steering Committee (SC) Muktamar, Prof. Mohammad Nuh, menyampaikan bahwa agenda berikutnya adalah pembahasan teknis lebih rinci mengenai mekanisme pemilihan tersebut. Proses ini akan dimulai dengan tabulasi suara untuk menentukan sembilan AHWA berdasarkan suara terbanyak dari seluruh Pengurus Cabang NU (PCNU) dan Pengurus Wilayah NU (PWNU).

Baca juga:

Proses Penentuan AHWA

Menurut Prof. Mohammad Nuh, hasil tabulasi AHWA ini akan menjadi dasar musyawarah dalam penetapan Rais Aam yang nantinya akan memberikan persetujuan tertulis terhadap calon Ketua Umum PBNU. Penetapan Rais Aam menjadi langkah krusial karena calon Ketua Umum harus memperoleh restu dari posisi tersebut sebelum resmi dipilih oleh AHWA.

Jadwal dan Tahapan Pemilihan

Agenda pemilihan 9 AHWA akan berlangsung pada Minggu pagi di lokasi muktamar. Setelah Rais Aam ditentukan oleh AHWA, proses pemilihan Ketua Umum PBNU dapat dilanjutkan sesuai mekanisme yang telah disepakati. Prof. Nuh optimistis seluruh proses ini dapat diselesaikan dengan lancar dan tepat waktu pada hari Minggu.

Baca juga:

Signifikansi Mekanisme AHWA

Sistem AHWA merupakan metode pemilihan yang melibatkan perwakilan dari berbagai pengurus NU untuk bermusyawarah dalam menentukan kepemimpinan tertinggi organisasi. Pendekatan ini menegaskan prinsip demokrasi dan musyawarah sebagai landasan dalam menentukan arah dan pengelolaan NU ke depan.

Dengan mekanisme yang transparan dan prosedural, Muktamar ke-35 NU diharapkan dapat menghasilkan kepemimpinan yang kredibel dan mendapatkan dukungan luas dari seluruh anggota organisasi, sehingga mampu menjalankan amanah dan visi NU secara optimal.

Baca juga: