Media Kampung – Malang – Program Talkshow Moderasi Beragama yang disiarkan pada Selasa (23/6/2026) menghadirkan narasumber Ir. Js. Halim Tobing, seorang rohaniawan Konghucu, untuk membahas tema “Satya dan Dapat Dipercaya”. Dalam siaran tersebut, Halim Tobing mengajak masyarakat untuk membangun kehidupan yang harmonis melalui kejujuran, ketulusan, dan sikap saling menghormati.

Menurut Halim Tobing, moderasi beragama dalam perspektif Konghucu bukan berarti mengurangi keyakinan terhadap agama yang dianut, melainkan menjalankan ajaran dengan tulus sembari tetap menghormati keyakinan orang lain. Ia menjelaskan bahwa nilai-nilai tersebut sejalan dengan ajaran Nabi Kongzi tentang Jalan Tengah atau Zhongyong.

“Satya adalah ketika apa yang kita ucapkan sesuai dengan pikiran dan hati nurani kita. Tidak berpura-pura. Kemudian apa yang kita sampaikan juga harus dapat dipercaya,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kepercayaan merupakan modal penting dalam kehidupan bermasyarakat. Seseorang mungkin tidak memiliki banyak harta, tetapi jika mampu menjaga perkataannya dan memegang teguh kejujuran, maka ia akan tetap dihormati oleh lingkungan sekitarnya.

Dalam kesempatan itu, Halim Tobing juga menegaskan bahwa prinsip satya dan dapat dipercaya tidak hanya relevan dalam hubungan antarumat beragama, tetapi juga dalam kehidupan sosial secara luas. Menurutnya, masyarakat yang dibangun di atas kejujuran dan ketulusan akan lebih mudah menciptakan kedamaian dan persatuan.

“Prinsip ini harus sejalan dengan cita-cita kita bersama untuk mewujudkan masyarakat yang damai, harmonis, dan penuh cinta kasih,” katanya. Melalui talkshow tersebut, pendengar diajak untuk menjadikan kejujuran sebagai fondasi utama dalam berinteraksi dengan sesama demi menciptakan kehidupan yang lebih rukun di tengah keberagaman Indonesia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.