Media Kampung – Warisan kekal merupakan konsep penting dalam iman Kristen yang merujuk pada janji hidup bersama Allah selamanya melalui iman kepada Yesus Kristus. Hal ini disampaikan oleh Pendeta Wiwik dari Gereja Tarunasakti dalam Silang Gereja edisi Minggu, 21 Juni 2026. Menurutnya, warisan kekal hendaknya dipahami sebagai janji untuk hidup bersama Allah secara abadi, yang diperoleh melalui iman yang ditetapkan.
Pengertian Warisan Kekal
Warisan kekal adalah bagian yang diberikan Allah kepada orang percaya, terutama berupa hidup kekal dan persekutuan abadi dengan-Nya. Warisan ini dipandang sebagai anugerah yang tidak dapat diperoleh hanya melalui usaha manusia, melainkan melalui kasih karunia Allah. Pendeta Wiwik menekankan bahwa warisan kekal berbeda dengan warisan duniawi yang dapat hilang, rusak, atau berkurang nilainya.
Aspek Utama Warisan Kekal
Salah satu aspek utama warisan kekal adalah hidup kekal, yaitu janji bahwa orang yang percaya kepada Yesus Kristus akan menikmati kehidupan bersama Allah untuk selama-lamanya. Harapan ini menjadi sumber kekuatan dan penghiburan bagi umat dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Selain itu, warisan kekal juga mencakup status sebagai anak-anak Allah. Dalam iman Kristen, mereka yang percaya kepada Kristus dipandang sebagai anggota keluarga Allah dan berhak menerima janji-janji yang telah disediakan-Nya.
Makna bagi Umat Kristen
Pendeta Wiwik mengingatkan bahwa sebagai umat, harus benar-benar memaknai warisan kekal. Warisan kekal diyakini tidak dapat binasa, tidak dapat tercemar, dan tetap tersedia bagi umat yang hidup dalam iman kepada Tuhan. Karena itu, umat Kristen diajak untuk terus memelihara iman, hidup dalam ketaatan, serta menjalin hubungan yang erat dengan Allah. Dengan demikian, janji warisan kekal menjadi pengharapan yang nyata, yaitu hidup dalam persekutuan yang abadi bersama Allah untuk selama-lamanya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan