Media Kampung – 12 April 2026 | Penumpang menahan pintu Kereta Cepat Whoosh di Stasiun Padalarang pada Selasa 7 April 2026 memicu keterlambatan dan menimbulkan risiko kerusakan sarana.
Insiden terjadi pada jam 07.23 WIB ketika kereta dengan rute Padalarang‑Halim mulai menutup pintu otomatis.
Seorang penumpang menyadari barangnya tertinggal di peron dan secara paksa menahan pintu yang sudah hampir tertutup.
Tindakan tersebut mengganggu sensor sistem buka tutup pintu, sehingga proses penutupan terhenti hingga 07.25 WIB.
General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, menyatakan, “Kami mengecam tindakan penumpang yang menahan pintu kereta karena melanggar aturan dan berpotensi merusak sarana serta mengganggu operasional.”
Eva menegaskan bahwa setiap rangkaian Whoosh dilengkapi dengan sistem pintu otomatis yang berfungsi sebagai komponen kunci keamanan penumpang.
Menahan pintu secara paksa dapat menyebabkan kegagalan mekanisme, meningkatkan risiko kerusakan jangka panjang, serta mengancam keselamatan penumpang lain.
KCIC menegaskan bahwa penumpang wajib mematuhi arahan petugas, tidak melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri, dan tidak mengganggu proses operasional.
Petugas KCIC telah dikerahkan di peron dan dalam gerbong untuk memastikan semua penumpang berada di dalam kereta sebelum pintu ditutup.
Jika penumpang menyadari barang tertinggal, mereka diarahkan untuk melaporkan kepada petugas atau menggunakan layanan lost‑and‑found KCIC.
Setiap pelanggaran akan dikenai teguran resmi, dan tindakan berulang dapat berujung pada sanksi administratif sesuai regulasi KCIC.
Kereta Cepat Whoosh, yang beroperasi sejak 2023, melayani rute utama antara Jakarta‑Bandung dengan kecepatan hingga 350 km/jam.
Layanan ini telah melayani lebih dari tiga ratus ribu penumpang dalam periode Lebaran 2026 tanpa insiden keselamatan serius sebelum kasus ini.
Insiden ini menjadi peringatan penting bagi penumpang untuk tidak mengintervensi sistem otomatis yang telah dirancang untuk melindungi mereka.
KCIC berkomitmen meningkatkan edukasi keselamatan melalui materi video, poster di stasiun, dan penyuluhan langsung oleh petugas.
Perusahaan juga memperkuat prosedur inspeksi pintu sebelum keberangkatan untuk mencegah gangguan serupa.
Setelah penanganan, kereta melanjutkan perjalanan tanpa penumpang lain mengalami keterlambatan tambahan.
Sampai saat ini, tidak ada laporan kerusakan teknis lebih lanjut dan operasi Whoosh kembali berjalan normal.
Kepala Operasi KCIC menambahkan, “Kami terus memantau kepatuhan penumpang dan menegakkan standar keselamatan demi kenyamanan semua pengguna layanan.”
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan