Media Kampung – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memastikan sejumlah daerah telah mengajukan diri sebagai calon tuan rumah Muktamar NU ke-35 yang akan digelar pada Agustus 2026. Hingga saat ini, terdapat empat kandidat utama, yaitu Sumatera Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jawa Timur (dengan dua lokasi spesifik: Pondok Pesantren Lirboyo di Kediri dan Pondok Pesantren Tambakberas di Jombang), serta DKI Jakarta.

Ketua Organizing Committee (OC) Munas dan Konbes NU 2026 sekaligus Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), mengungkapkan hal tersebut di Teras Gubuk, kompleks Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kabupaten Kediri, pada Minggu, 20 Juni 2026. “Lokasinya tetap ada. Yang sudah mengusulkan itu sekarang kan yang jelas ada beberapa. Salah satu dari Sumatera Barat, kemudian juga di NTB, yang ketiga di Jawa Timur, khususnya yang mengajukan (Ponpes) Lirboyo, dan Tambakberas, kemudian yang terakhir Jakarta,” jelasnya.

Salah satu faktor utama yang menjadi pertimbangan PBNU dalam menentukan lokasi adalah kemudahan akses bagi pengurus cabang dan wilayah. “Yang akan jadi pertimbangan PBNU ke depan tentu waktunya juga sudah pendek, yang akses (pengurus) cabang dan wilayah itu bisa dengan mudah menjangkau, mungkin salah satu pertimbangannya itu,” ujar Gus Ipul.

Namun, ia menegaskan bahwa keputusan akhir tidak hanya bergantung pada aksesibilitas. Berbagai aspek lain akan dibahas bersama jajaran pengurus PBNU dan para ulama. “Tetapi tentu ini ada pertimbangan-pertimbangan lain yang jadi bahan diskusinya para pengurus PBNU khususnya, dan jajaran para ulama,” kata Gus Ipul. Keputusan final nantinya akan dikonsultasikan dengan banyak ulama sebelum ditetapkan secara resmi oleh PBNU.

Dengan waktu yang semakin mendekati pelaksanaan, publik menantikan pengumuman resmi lokasi Muktamar NU ke-35 yang akan menjadi ajang penting bagi organisasi Islam terbesar di Indonesia ini.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.