Media Kampung – Ratusan warga Kelurahan Bekasi Jaya, Kota Bekasi, merayakan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dengan menggelar pawai obor elektrik pada Senin, 15 Juni 2026 malam. Inovasi ini menggantikan obor konvensional berbahan bakar api, menjadikannya lebih praktis dan aman.

Pawai dimulai dari Masjid Arrohmah dan berakhir di Kedai Hana, diikuti oleh warga setelah menunaikan Salat Isya. Ketua RW 01 Kelurahan Bekasi Jaya, Wage Tirta, menjelaskan bahwa penggunaan obor elektrik dipilih untuk menghindari risiko kebakaran yang kerap mengintai obor api tradisional.

“Selain lebih praktis, tentunya lebih aman dari risiko kebakaran,” ujar Wage saat ditemui di sela kegiatan. Ia menambahkan, biaya pembuatan obor elektrik hanya sekitar Rp2.500 per unit, jauh lebih murah dibanding obor konvensional yang membutuhkan bambu dan bahan bakar solar atau minyak tanah yang harganya terus melambung.

“Membuat obor api itu mahal karena membutuhkan bambu yang kini agak susah dicari,” ungkapnya. Pawai tahun baru ini merupakan agenda rutin yang selalu dinantikan warga. Wage berharap kegiatan ini dapat menjadi syiar Islam sekaligus mempererat hubungan antarwarga.

Salah satu peserta, Cintia Ariesta Febrianka, mengaku antusias mengikuti pawai. “Selain merayakan Tahun Baru Islam, saya juga bisa berkumpul dengan teman-teman dan warga lainnya,” katanya. Pawai obor elektrik ini menjadi bukti kreativitas warga dalam merayakan momen keagamaan dengan tetap mengedepankan keselamatan dan efisiensi biaya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.