Media Kampung – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tidak melaksanakan salat Idul Adha di Tanah Air pada perayaan Idul Adha 1447 Hijriah tahun ini. Sebagai gantinya, Prabowo memilih melaksanakan salat Idul Adha bersama warga negara Indonesia (WNI) di Wisma Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Paris, Prancis, saat kunjungan resmi kenegaraannya.

Agenda salat Idul Adha tersebut disampaikan oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, yang menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian sebelum Presiden memulai agenda resmi kenegaraan di Prancis. Prabowo tiba di Bandara Orly, Paris, pada Selasa pagi waktu setempat setelah menempuh penerbangan selama kurang lebih 16 jam dari Indonesia.

Kedatangan Presiden di Paris disambut langsung oleh Menteri Tenaga Kerja dan Solidaritas Prancis, Jean-Pierre Farandou, serta regu jajar kehormatan. Selain itu, ratusan WNI juga menyambut antusias kehadiran Kepala Negara di hotel tempatnya menginap. Kunjungan resmi Prabowo ke Prancis ini diharapkan mempererat hubungan strategis antara Indonesia dan Prancis di berbagai bidang, mengingat posisi kedua negara yang penting dalam hubungan kawasan Eropa dan Asia.

Meski tidak melaksanakan salat Idul Adha secara langsung di Indonesia, Prabowo tetap menunjukkan komitmennya dalam momen perayaan tersebut dengan menyalurkan bantuan hewan kurban. Presiden menyalurkan sebanyak 1.098 ekor sapi kurban Idul Adha 1447 Hijriah ke seluruh wilayah Indonesia. Bantuan ini mencakup seluruh provinsi, kabupaten, dan kota, serta lembaga pendidikan, pondok pesantren, tokoh masyarakat, dan tokoh agama.

Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro menjelaskan bahwa sapi kurban yang disalurkan merupakan jenis sapi premium dengan bobot antara 800 kilogram hingga 1,3 ton, termasuk varietas seperti Simmental, Limousin, Peranakan Ongole, Brahman, Angus, sapi Bali, FH, Belgian Blue, dan Carolaise. Total anggaran untuk pengadaan sapi kurban ini mencapai Rp 100 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Bantuan Kemasyarakatan Presiden.

Salat Idul Adha sendiri merupakan ibadah sunnah muakkadah yang biasanya dilaksanakan secara berjamaah di masjid atau lapangan pada pagi hari tanggal 10 Dzulhijjah. Namun, dalam kondisi tertentu, salat ini dapat dilakukan sendiri di rumah dan tetap sah secara hukum Islam. Presiden Prabowo memilih melaksanakan salat Idul Adha bersama WNI di luar negeri sebagai bagian dari rangkaian kunjungan kenegaraan, sekaligus menjaga tradisi dan kebersamaan umat Islam Indonesia di mancanegara.

Keputusan Prabowo ini berbeda dengan tradisi sebelumnya saat ia masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan, di mana ia pernah terlihat melaksanakan salat Idul Adha bersama Presiden Joko Widodo di Masjid Istiqlal, Jakarta. Momen tersebut sempat terekam sebagai bentuk keakraban dan kebersamaan antara dua tokoh penting nasional dalam suasana keagamaan.

Kini, dengan melaksanakan salat Idul Adha di Paris, Prabowo memberikan contoh bagaimana ibadah dapat tetap dijalankan dengan khidmat meskipun berada jauh dari tanah air. Sementara itu, penyaluran ribuan sapi kurban secara nasional memastikan bahwa semangat berbagi dan berkurban tetap terjaga di tengah masyarakat Indonesia.

Dengan langkah ini, Presiden Prabowo menunjukkan bahwa perayaan Idul Adha tetap menjadi momen penting untuk mempererat solidaritas dan kepedulian sosial, baik di dalam negeri maupun di luar negeri bersama komunitas WNI.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.