Media Kampung – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melakukan inspeksi untuk memastikan kesiapan konsumsi dan fasilitas toilet bagi jemaah Indonesia di Arafah. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, bersama rombongan Amirul Hajj pada Sabtu, 23 Mei 2026.
Pemeriksaan dilakukan di beberapa lokasi penting yang akan dimanfaatkan jemaah selama fase Armuzna. Menurut Gus Irfan, sapaan akrab Menhaj, timnya memeriksa kondisi tenda-tenda serta memastikan ketersediaan makanan, toilet, dan klinik di Arafah.
Salah satu titik yang menjadi fokus perhatian adalah gudang penyimpanan makanan siap saji. Dalam kesempatan tersebut, Gus Irfan dan Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, meninjau langsung stok konsumsi untuk jemaah. Menu yang disiapkan mencakup lauk khas Nusantara seperti rendang daging, yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan jemaah.
Gus Irfan juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan di area gudang logistik. Ia menjelaskan, “Yang penting tadi saya lihat kebersihannya,” sebagai bagian dari upaya memastikan kualitas makanan yang akan disajikan.
Tidak hanya konsumsi, rombongan juga mengecek bangunan toilet darurat yang tersedia di Padang Arafah. Dalam inspeksi ini, mereka memastikan agar semua fasilitas, seperti kran dan saluran air, berfungsi dengan baik. Meskipun demikian, Gus Irfan mengakui bahwa rasio toilet yang ada belum ideal, yakni satu toilet untuk setiap lima puluh jemaah.
Pemerintah Indonesia berencana untuk terus berkoordinasi dengan pihak Arab Saudi dan Syarikah terkait penambahan jumlah toilet di lokasi tersebut. “Kami tadi minta tahun depan kalau masih mau pengin kita pakai, tambahi lagi,” ungkap Gus Irfan sebagai langkah perbaikan untuk tahun mendatang.
Inspeksi diakhiri dengan peninjauan tempat istirahat jemaah di tenda Arafah. Tim Kemenhaj berupaya memastikan agar jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan gembira selama berada di Arafah.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan