Media Kampung – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menyatakan kesiapan Indonesia untuk bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan di Myanmar guna mendorong dialog dan mendukung penyelesaian konflik secara damai. Hal ini disampaikan saat melakukan kunjungan kehormatan kepada Presiden Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing, pada Senin, 8 Juni 2026, di Naypyidaw.

Dalam pertemuan tersebut, Menlu Sugiono menegaskan bahwa proses perdamaian yang berkelanjutan harus bersifat Myanmar-owned dan Myanmar-led. Artinya, kerangka kerja menuju perdamaian, demokrasi federal, dan stabilitas harus ditentukan oleh rakyat Myanmar sendiri, bukan dipaksakan oleh kekuatan asing.

Baca juga:

Menlu RI juga menekankan pentingnya implementasi Five-Point Consensus ASEAN sebagai kerangka bersama dalam mendukung penyelesaian situasi di Myanmar. Menurut Sugiono, bagi Indonesia, Myanmar merupakan bagian dari keluarga besar ASEAN.

“Oleh karena itu, Indonesia akan terus bekerja sama secara konstruktif dengan Myanmar dan seluruh negara anggota ASEAN untuk mewujudkan kawasan yang damai, stabil, dan sejahtera,” ujar Menlu RI.

Pertemuan dengan Presiden Min juga dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan Presiden RI Prabowo Subianto. Menlu Sugiono menyebut Presiden Prabowo menegaskan komitmen Indonesia mendukung terciptanya perdamaian yang inklusif dan berkelanjutan di Myanmar.

Baca juga:

Kunjungan kehormatan ini mencerminkan solidaritas Indonesia yang selama ini diberikan kepada masyarakat Myanmar, terutama melalui bantuan kemanusiaan, kesehatan, dan penanggulangan bencana, termasuk saat terjadi gempa pada tahun 2025.

Selain bertemu Presiden Myanmar, Menlu Sugiono juga mengadakan pertemuan dengan Menlu Myanmar U Tin Maung Swe. Kedua menlu membahas isu-isu bilateral dan kawasan, serta upaya memperkuat kerja sama ekonomi, pendidikan, dan hubungan antar-masyarakat.

Kunjungan Sugiono merupakan bagian dari keterlibatan berkelanjutan negara-negara ASEAN dalam mendukung perdamaian dan stabilitas di Myanmar. Sebelumnya, Menlu Filipina, Thailand, dan Malaysia telah melakukan kunjungan serupa.

Baca juga:

Indonesia dan Myanmar telah menjalin hubungan diplomatik sejak 1949. Enam tahun kemudian, kedua negara sama-sama menjadi penggagas Konferensi Asia-Afrika (KAA) di Bandung, yang memperkuat semangat solidaritas dan kerja sama antar negara berkembang. Kedekatan historis ini menjadi fondasi bagi penguatan kemitraan kedua negara di masa mendatang.