Media Kampung – Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mengapresiasi pendekatan humanis yang dilakukan Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Roy Hardi Siahaan saat mengawal massa aksi di kawasan Jalan Pahlawan, Simpang Lima, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (22/10). Ia berharap pendekatan serupa juga diterapkan seluruh kepolisian daerah dalam mengawal unjuk rasa.
“Saya mengapresiasi pendekatan humanis yang dilakukan Kapolda Jateng kepada massa aksi. Ini wujud nyata slogan Pak Kapolri, yaitu polisi bersama masyarakat,” kata Sahroni dalam keterangan tertulis, Jumat (23/10).
Menurut Sahroni, pendekatan persuasif tanpa intimidasi dapat menciptakan suasana demonstrasi yang tertib dan damai. Ia menegaskan polisi seharusnya menjadi garda terdepan dalam menjamin kebebasan masyarakat menyampaikan pendapat.
“Tanpa pengawalan, tanpa suara tinggi, betul-betul hanya memberikan pengarahan agar massa aksi damai. Begini lah seharusnya, polisi harus menjadi garda terdepan penjamin kebebasan berpendapat,” ujarnya.
Sahroni juga menilai setiap warga negara memiliki hak menyampaikan pendapat yang dijamin undang-undang. Karena itu, ia meminta aparat kepolisian mengedepankan pendekatan yang baik saat menghadapi massa aksi.
“Karena kalau pendekatannya baik, massa aksi juga pasti tertib dan damai. Semua orang berhak menyuarakan pendapat, dan itu dijamin oleh UU,” tutur Sahroni.
Ia berharap Polda di seluruh daerah mengedepankan pendekatan humanis dan tidak melakukan tindakan berlebihan, terutama tindakan represif terhadap warga yang menyampaikan aspirasi.
“Saya harap semua Polda juga melakukan pendekatan-pendekatan humanis kepada massa aksi di wilayahnya masing-masing. Tidak perlu ada tindakan berlebih, terutama untuk aparat di lapangan,” katanya.
Sahroni menegaskan, penyampaian pendapat merupakan hak warga negara yang harus dihormati. “Jika ada demo menyuarakan pendapat, biarkan saja, itu hak warga negara. Tidak boleh dilarang dan tidak boleh mendapat represi. Semua sama-sama berharap untuk kebaikan negeri,” pungkasnya.













