Media Kampung – Hati atau jantung berdebar kerap dikaitkan dengan firasat oleh sebagian orang. Dalam penafsiran Primbon Jawa, arti firasat hati berdebar bagi wanita disebut berbeda-beda berdasarkan waktu terjadinya, sementara dalam pandangan Islam hal itu kerap dipahami sebagai ajakan untuk introspeksi diri.

Melansir Intisari, debaran yang terjadi pada pukul 06.00 hingga 09.00 pagi ditafsirkan sebagai tanda akan bertemu saudara, mendapat kabar baik, atau memperoleh rezeki. Jika terjadi pada pukul 11.00 hingga 14.00 siang, maknanya dikaitkan dengan undangan, kejutan, atau hadiah dari seseorang.

Sementara itu, debaran yang muncul pada pukul 15.00 hingga 18.00 sore dipercaya menandakan akan menghadapi masalah, kesulitan, atau bahaya. Adapun jika terjadi pada pukul 19.00 hingga 24.00 malam, penafsirannya dikaitkan dengan sakit, menangis, atau kehilangan sesuatu.

Dalam pandangan Islam, mengutip Merdeka, hati atau jantung berdebar dapat dimaknai sebagai peringatan untuk kembali kepada Allah, melakukan evaluasi diri, dan memperbaiki ibadah sehari-hari. Arti lainnya, debaran itu dipercaya sebagai sinyal akan datangnya sesuatu, baik atau buruk, yang bisa muncul melalui insting saat seseorang merasa gelisah.

Bahan sumber juga menyebut, dalam kepercayaan Primbon Jawa, firasat hati berdebar kadang ditafsirkan berdasarkan waktu dan perasaan yang menyertainya. Sebagian orang menganggap debaran saat merasa tenang sebagai tanda akan datangnya kabar atau pertemuan tertentu, sedangkan debaran yang muncul bersama rasa gelisah kerap dikaitkan dengan persoalan yang perlu diperhatikan.

Meski demikian, sumber menegaskan bahwa arti tersebut merupakan bagian dari kepercayaan budaya dan tidak dapat dipastikan akan terjadi dalam kehidupan nyata. Perasaan berdebar juga dapat dipengaruhi kondisi seseorang, misalnya saat menunggu kabar penting, menghadapi situasi baru, atau memikirkan sesuatu yang membuat khawatir.