Media Kampung – Ketua PW Muslimat NU Jawa Barat menegaskan bahwa perempuan NU kini merupakan hasil perjuangan para ibu pada generasi sebelumnya, menekankan pentingnya warisan sejarah dalam membentuk peran perempuan modern di wilayah tersebut.

Muslimat Persatuan Wanita Nahdlatul Ulama (PW NU) Jabar adalah sayap perempuan terbesar dalam jaringan Nahdlatul Ulama, dengan lebih dari 1,2 juta anggota tersebar di seluruh kabupaten dan kota di provinsi tersebut. Organisasi ini berfokus pada peningkatan kesejahteraan sosial, pendidikan, serta pemberdayaan ekonomi perempuan melalui program pelatihan keterampilan dan beasiswa.

Sejarah perjuangan perempuan dalam NU dimulai sejak awal abad ke‑20, ketika tokoh-tokoh seperti Nyai Ahmad Dahlan dan R.A. Kartini membuka ruang pendidikan bagi wanita di lingkungan tradisional. Pada era 1950‑1960, aktivis perempuan NU turut serta dalam gerakan kemerdekaan dan pembentukan lembaga sosial yang menekankan nilai keagamaan serta keadilan gender.

“Kami menghargai setiap langkah yang diambil oleh para ibu pendahulu, karena tanpa mereka, perempuan NU tidak akan memiliki posisi yang kuat seperti sekarang,” ujar Ketua PW Muslimat NU Jabar, Siti Nurhaliza, dalam konferensi pers yang diselenggarakan pada 18 April 2024 di kantor pusat organisasi di Bandung. “Setiap program kami berdasar pada nilai‑nilai yang mereka tanamkan, yaitu kemandirian, kepedulian, dan integritas.”

Data internal organisasi menunjukkan bahwa pada tahun 2023 terdapat peningkatan anggota sebesar 8,5 % dibandingkan tahun sebelumnya, dengan mayoritas anggota berusia antara 20 hingga 45 tahun. Program unggulan meliputi pelatihan menjahit, pengolahan makanan tradisional, serta kelas literasi digital yang diikuti oleh lebih dari 150 ribu perempuan.

Selain itu, Muslimat NU Jabar menggandeng pemerintah daerah untuk meluncurkan beasiswa khusus bagi perempuan desa yang berprestasi akademik namun kurang mampu secara finansial. Hingga akhir 2023, sebanyak 3.200 beasiswa telah disalurkan, membantu penerima mengakses pendidikan tinggi di bidang pertanian, teknik, dan kesehatan.

Peran perempuan dalam konteks nasional juga mendapat sorotan, mengingat Indonesia mencatat pertumbuhan partisipasi perempuan dalam angkatan kerja mencapai 54 % pada kuartal terakhir tahun 2023. Organisasi ini berupaya memperkuat kontribusi tersebut melalui pelatihan kepemimpinan, sehingga perempuan dapat mengambil peran strategis di lembaga pemerintahan daerah maupun sektor swasta.

Ke depan, Muslimat NU Jabar berencana memperluas jaringan koperasi perempuan yang berfokus pada produk lokal seperti kerajinan bambu dan pangan organik. Targetnya adalah menciptakan 200 unit koperasi baru dalam tiga tahun ke depan, dengan tujuan meningkatkan pendapatan keluarga dan mengurangi kesenjangan ekonomi di wilayah pedesaan.

Dengan dukungan aktif dari para ibu pendahulu, kepemimpinan yang visioner, dan sinergi dengan pemerintah serta sektor swasta, perempuan NU di Jawa Barat diharapkan terus menjadi agen perubahan yang menginspirasi generasi berikutnya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.