Media Kampung – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIY telah mengambil langkah signifikan menjelang Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Nasional (PON) 2027 dengan menyiapkan 147 atlet dari 28 cabang olahraga melalui Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) Tahap II. Program ini melibatkan 41 pelatih dan merupakan bagian dari persiapan untuk menghadapi PON XXII 2028 yang akan diadakan di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Rapat Pleno KONI DIY

Persiapan tersebut dibahas dalam rapat pleno jajaran pengurus KONI DIY yang berlangsung di Kantor KONI DIY, Yogyakarta, pada hari Sabtu, 17 Oktober. Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum KONI DIY, KGPAA Paku Alam X, menekankan pentingnya pengurus untuk memetakan cabang olahraga yang sudah lolos, berpeluang lolos, serta yang memerlukan perhatian khusus. Setiap cabang olahraga juga diminta untuk menetapkan target dan memantau perkembangan secara berkala.

Pola Latihan dan Evaluasi

Dalam pelaksanaan Puslatda, program latihan, target prestasi, dukungan, dan evaluasi atlet harus dilaksanakan secara terukur. KONI DIY juga menerapkan mekanisme promosi dan degradasi berdasarkan hasil evaluasi atlet. Paku Alam X menegaskan bahwa prestasi atlet tidak hanya diukur dari perolehan medali, tetapi juga dari peningkatan kemampuan selama latihan. “Peraihan prestasi tidak harus medali. Tetapi peningkatan catatan, skor, daya tahan, dan semacamnya, itu yang kita hargai juga,” ujarnya.

Asesmen Kesehatan dan Psikologi

Evaluasi atlet juga meliputi asesmen kesehatan dan psikologi. Hal ini mencakup kondisi kesehatan, cedera, kebugaran, serta kesiapan mental. Hasil asesmen ini akan ditindaklanjuti untuk mendukung proses pembinaan. KONI DIY juga meminta penyusunan daftar atlet potensial yang dilengkapi dengan target prestasi, kebutuhan pembinaan, dan dukungan khusus untuk mengoptimalkan peluang meraih medali.

Persiapan Menuju BK PON 2027

Dalam Puslatda Mandiri, setiap cabang olahraga diminta untuk memiliki program, target, anggaran, laporan, dan evaluasi yang jelas. Persiapan menuju BK PON 2027 juga mencakup penyusunan jadwal kualifikasi, kebutuhan anggaran, target kelolosan, dan pembagian tanggung jawab. Peningkatan kompetensi pelatih, wasit, dan pengurus juga menjadi perhatian dengan melalui pelatihan, sertifikasi, penerapan sport science, serta penguatan profesionalisme dan tata kelola organisasi.

Puslatda Tahap II Dimulai

Wakil Ketua Umum I KONI DIY, Rumpis Agus Sudarko, mengungkapkan bahwa Puslatda dilaksanakan secara bertahap untuk mempersiapkan atlet menuju PON 2028. Berdasarkan data yang disampaikan dalam rapat, Puslatda Tahap I melibatkan 32 atlet dari 12 cabang olahraga dan 18 pelatih. Pada Puslatda Tahap II, jumlah atlet meningkat menjadi 147 orang dari 28 cabang olahraga dengan dukungan 41 pelatih.