Media Kampung – Pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad, yang dikenal sebagai Haji Isam, melakukan langkah strategis melalui PT Jhonlin Baratama dengan mengakuisisi sekitar 30 persen saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) yang sebelumnya dimiliki oleh Low Tuck Kwong dan Elaine Low.

Transaksi ini tercatat pada tanggal 16 September 2026 melalui penandatanganan perjanjian jual beli saham bersyarat, yang mencakup pembelian 10.000.000.500 saham BYAN. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 30 persen saham beredar perusahaan tambang batu bara tersebut. Manajemen BYAN menyatakan bahwa transaksi ini tidak berdampak material negatif pada kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perusahaan.

Baca juga:

Selain akuisisi saham di Bayan Resources, Haji Isam juga memiliki kepemilikan saham di perusahaan terbuka lainnya, yaitu PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS) dan PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK). Di RANS, Haji Isam tercatat memiliki sekitar 1 persen saham, sementara di PACK, ia menguasai 20,05 persen saham, menjadikannya salah satu pemegang saham utama di perusahaan tersebut.

Perubahan struktur kepemilikan saham BYAN ini terjadi di tengah respons pasar yang positif, di mana harga saham BYAN mengalami kenaikan signifikan hingga menyentuh auto rejection atas dengan penguatan hampir 20 persen pada perdagangan hari pengumuman. Namun, di sisi lain, lembaga pemeringkat Moody’s mengubah outlook kredit BYAN dari stabil menjadi negatif karena ketidakpastian regulasi terkait kuota produksi batu bara yang berdampak pada prospek pendapatan perusahaan.

Baca juga:

Moody’s memperkirakan EBITDA BYAN pada tahun 2026 dapat turun sekitar 36 persen menjadi sekitar US$700 juta jika kuota produksi tidak bertambah, dengan tekanan lebih lanjut diperkirakan terjadi pada tahun 2027. Kondisi ini menunjukkan bahwa tantangan utama perusahaan tidak hanya berasal dari harga batu bara, tetapi juga dari faktor regulasi yang memengaruhi kapasitas produksi.

Keikutsertaan Haji Isam dalam prosesi initial public offering (IPO) RANS pada Juli 2026 juga menegaskan posisinya sebagai investor strategis yang aktif di pasar modal Indonesia. Dalam prosesi tersebut, ia turut berpartisipasi dalam seremoni pencatatan saham perdana RANS di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Baca juga:

Dengan langkah investasi yang signifikan ini, Haji Isam melalui PT Jhonlin Baratama memperkuat posisinya di sektor pertambangan dan media, sekaligus menunjukkan dinamika baru dalam struktur kepemilikan saham perusahaan besar di Indonesia. Transaksi ini menandai momen penting bagi BYAN dan pasar modal Indonesia secara umum, mengingat pengaruh yang dapat ditimbulkan oleh perubahan kepemilikan saham strategis terhadap arah bisnis dan sentimen pasar.