Media Kampung – Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, mengalami cedera otot quadriceps saat membela klubnya Sassuolo di Serie A. Cedera ini menimbulkan keraguan besar apakah ia bisa tampil membela Timnas Indonesia di ajang ASEAN Cup 2026.

Cedera quadriceps merupakan robekan atau regangan akut pada otot paha depan yang berperan penting dalam pergerakan lutut dan pinggul. Otot quadriceps terdiri dari empat bagian utama yaitu Rectus femoris, Vastus lateralis, Vastus medialis, dan Vastus intermedius. Cedera ini biasanya terjadi akibat kontraksi otot yang kuat, peregangan tiba-tiba, atau beban berulang yang berlebihan.

Baca juga:

Apa Itu Cedera Otot Quadriceps?

Cedera quadriceps adalah kondisi robekan pada serat otot di bagian depan paha yang dapat disebabkan oleh gerakan mendadak seperti deselerasi, perubahan arah cepat, atau sprint. Cedera ini sering dialami atlet sepak bola karena aktivitas yang menuntut pergerakan dinamis tinggi.

Penyebab dan Risiko Cedera Quadriceps

  • Deselerasi mendadak saat mengerem kaki yang sedang mengayun.
  • Kontraksi otot yang sangat kuat saat berlari sprint.
  • Perubahan arah secara cepat yang memaksa otot meregang atau melambat secara instan.

Faktor risiko utama cedera ini adalah penggunaan kaki dominan untuk menendang, riwayat cedera quadriceps sebelumnya, atau baru sembuh dari cedera hamstring. Selain itu, wanita atlet memiliki risiko tiga kali lebih tinggi dibandingkan pria.

Klasifikasi Tingkat Keparahan Cedera Quadriceps

Untuk menentukan masa pemulihan, cedera quadriceps dibagi menjadi tiga tingkatan:

Baca juga:
  1. Grade I (Ringan): Robekan kecil pada serat otot dengan gejala ringan seperti kaku atau kram, tanpa penurunan kekuatan signifikan.
  2. Grade II (Sedang): Robekan separuh serat otot dengan nyeri tajam, pembengkakan, dan kesulitan menekuk atau meluruskan lutut.
  3. Grade III (Parah): Robekan total otot yang menyebabkan rasa sakit ekstrem, memar tebal, dan ketidakmampuan berjalan tanpa alat bantu.

Diagnosis dan Pemeriksaan Medis

Tim medis melakukan pemeriksaan fisik meliputi observasi visual, palpasi otot untuk menemukan titik nyeri, dan tes kekuatan otot. Untuk memastikan tingkat cedera, pemeriksaan menggunakan USG atau MRI dilakukan agar dapat melihat robekan secara jelas.

Penanganan dan Proses Pemulihan

Penanganan cedera quadriceps terbagi menjadi dua fase:

  • Fase Akut: Dalam 10 menit pertama, kaki perlu ditekuk sekitar 120 derajat dan diberi kompres es untuk mengurangi pendarahan dan mencegah kejang otot.
  • Fase Aktif: Setelah pembengkakan mereda, fisioterapi dilakukan dengan peregangan ringan dan latihan penguatan otot secara bertahap.

Proses pemulihan tergantung pada tingkat cedera, dengan Grade III membutuhkan waktu hingga 6-12 minggu untuk sembuh total.

Baca juga:

Kami berharap cedera yang dialami Jay Idzes termasuk ringan agar ia dapat segera kembali bermain dan memimpin Timnas Indonesia di ASEAN Cup 2026.