Media Kampung, Jakarta – Sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau kini sudah mencapai wilayah Jabodetabek. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan abu vulkanik yang berukuran sangat halus ini mulai dirasakan oleh masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.

Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi pada Sabtu malam (5/9/2026) melontarkan lava pijar dan menghasilkan debu vulkanik yang menyebar hingga ke wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan sekitarnya. BMKG membagi sebaran abu vulkanik berdasarkan ketinggian kolom abu, yaitu pada 20 ribu kaki dan 50 ribu kaki, dengan arah penyebaran yang berbeda-beda.

Baca juga:

Imbauan Kesehatan dari Ahli

Daryono, pakar gempa dan tsunami serta anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Abu vulkanik ini berukuran kurang dari 2 mm, sehingga dapat menyebabkan gangguan pernapasan dan iritasi mata.

  • Gunakan masker N95 atau masker medis.
  • Pakai kacamata pelindung untuk menghindari iritasi mata.
  • Tutup rapat penampungan air bersih dan bahan makanan dari kontaminasi abu vulkanik.
  • Waspadai informasi hoaks dan selalu ikuti informasi resmi dari PVMBG dan BPBD setempat.
  • Jangan mendekati area sekitar Gunung Anak Krakatau sesuai batas aman yang ditetapkan.

Status Gunung Anak Krakatau dan Dampak Lain

Hingga saat ini, status Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga. Kepala Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Siti Sumilah Rita Susilawati, menyatakan bahwa pertumbuhan tubuh gunung yang terbentuk pasca-erupsi 2018 masih kecil dan tidak berpotensi menyebabkan keruntuhan yang bisa memicu tsunami.

Baca juga:

Namun, aktivitas gunung api ini telah menimbulkan dampak pada penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta, yang sempat ditutup sementara selama delapan jam pada Minggu pagi (6/9/2026). Penutupan ini menyebabkan ratusan penerbangan dan puluhan ribu penumpang terdampak.

Perlindungan dan Mitigasi bagi Masyarakat

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mematuhi rekomendasi dari otoritas terkait. Aktivitas di radius tiga kilometer dari pusat gunung juga masih harus dihindari untuk keselamatan bersama. Pemantauan aktivitas Gunung Anak Krakatau terus dilakukan oleh PVMBG guna memastikan perkembangan situasi dan memberikan peringatan dini jika diperlukan.

Baca juga: