Media Kampung, Banyuwangi – Pelaku usaha Banyuwangi mendapat kesempatan berdialog langsung dengan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Budi Santoso mengenai peluang memperluas pemasaran produk hingga ke pasar internasional. Pertemuan tersebut berlangsung dalam talkshow “Membangun Akses Produk Lokal Menjadi Incaran Pasar Global” yang digelar Asosiasi Pengusaha Nasyiatul Aisyiyah (APUNA) Banyuwangi di Aula Pelinggihan Tawang Alun, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, Jumat (28/8/2026).

Lebih dari 150 peserta mengikuti kegiatan yang mempertemukan pemerintah dengan pelaku UMKM, komunitas pengusaha, serta penggerak ekonomi kreatif. Forum tersebut tidak hanya membahas kebijakan perdagangan, tetapi juga memberikan kesempatan kepada pelaku usaha untuk menyampaikan langsung kendala yang mereka hadapi ketika ingin memperluas pasar.

Baca juga:

Pertanyaan yang disampaikan peserta cukup beragam, mulai dari kesiapan produk untuk ekspor, perizinan, cara memasuki pasar internasional, strategi mencari buyer, hingga persoalan yang dihadapi pelaku usaha setelah menggunakan jasa agregator. Peluang produk karya siswa SMK untuk memasuki pasar ekspor juga menjadi salah satu topik yang ditanyakan.

Budi Santoso menjelaskan bahwa pelaku usaha Indonesia dapat memanfaatkan jaringan perwakilan perdagangan Kementerian Perdagangan di berbagai negara untuk memperoleh informasi pasar dan membuka peluang business matching.

“Kementerian memiliki Atase lebih dari 46 di berbagai negara yang bertugas untuk mencarikan buyer dan menangani business matching berbagai produk termasuk UMKM. Produk yang ingin diekspor apa dan bisa memilih mau ke negara mana, nantinya akan kami proses sampai menemukan buyer,” kata Budi.

Menurut Budi, memasuki pasar internasional tidak cukup hanya dengan memiliki produk. Pelaku usaha juga perlu memahami karakteristik pasar tujuan, menjaga kualitas produk, memenuhi persyaratan dan perizinan, serta menyiapkan strategi pemasaran yang sesuai.

Kehadiran Menteri Perdagangan dalam forum tersebut sekaligus memberikan kesempatan kepada pelaku usaha untuk memperoleh gambaran lebih konkret mengenai jalur yang dapat ditempuh ketika ingin mengembangkan pasar. Dialog berlangsung interaktif karena persoalan yang dibahas berasal langsung dari pengalaman dan kebutuhan peserta.

Selain talkshow, kegiatan tersebut diisi pameran produk dari pelaku usaha dan komunitas di Banyuwangi. Sebanyak 22 peserta memamerkan beragam produk, mulai dari pangan olahan, kopi, kerajinan, fesyen, kriya hingga produk kreatif.

Di antara produk yang dipamerkan terdapat Cigaraya Indonesia, Alpukat Sofyan, Al-Balad Beans, Sambal Tempong Kemasan, LPNU Banyuwangi, APUNA, Pancoran Craft, Pakarwangi, Kejaya Handicraft, Pawoenkoe (Sinema Indonesia), Pawoenkoe Mevraiw, Kriya Bambu Papring, Iswara, Asosiasi UMAMI, Kopitalisasi, Bakpia Pewe, Karya Tangi, Studer Pucuk Wetan (IWAPI), PT Rayan Smart Kreatif, serta Batik Papring.

Baca juga:

Keragaman produk tersebut memperlihatkan bahwa potensi usaha Banyuwangi tidak hanya berasal dari komoditas pertanian, tetapi juga berkembang melalui pengolahan pangan, kopi, kerajinan, fesyen dan berbagai produk kreatif.

Dalam kesempatan yang sama, Budi juga memperkenalkan program “Pojok Product Placement Pilihan Busan” yang ditujukan sebagai salah satu peluang penempatan produk pelaku usaha pada jaringan ritel modern.

“Tiga bulan sekali produk APUNA dan bapak ibu sekalian bisa didaftarkan ke Pilihan Busan. Kalau lolos, sudah pasti bisa masuk ke seluruh jaringan ritel modern,” ujarnya.

Bagi pelaku usaha, informasi tersebut memberikan alternatif jalur pengembangan pasar yang dapat ditempuh selain penjualan secara langsung kepada konsumen. Namun, kesiapan produk dan pemenuhan persyaratan tetap menjadi bagian penting sebelum produk dapat masuk ke jaringan perdagangan yang dituju.

Ketua PDNA Banyuwangi Roudhotul Jannah mengatakan kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antarpelaku UMKM. Menurut perempuan yang akrab disapa Nana itu, APUNA merupakan wadah bagi perempuan muda Nasyiatul Aisyiyah untuk mengembangkan pemberdayaan ekonomi sekaligus memperluas jejaring usaha.

“Talkshow ini sekaligus menjadi ajang sinergi dan kolaborasi UMKM untuk bersama-sama meluaskan jejaring usahanya. APUNA adalah wadah perempuan muda Nasyiah untuk berdaya dalam ekonomi,” kata Nana.

Ia mengatakan peluang ekspor yang disampaikan dalam kegiatan tersebut akan ditindaklanjuti, termasuk melalui jejaring Koordinator Wilayah APUNA Jawa Timur.

Baca juga:

“Peluang-peluang ekspor yang disampaikan oleh Menteri Perdagangan ini bisa difollow up ke Koordinator Wilayah APUNA Jawa Timur,” ujarnya.

Kolaborasi juga menjadi salah satu hasil lain dari pertemuan tersebut. PC LPNU Banyuwangi, misalnya, menyampaikan keinginan untuk membangun sinergi dengan APUNA setelah mengikuti kegiatan.

 

Bagi APUNA Banyuwangi, pertemuan antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem usaha yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan produk, tetapi juga pada perluasan jejaring dan akses pasar.

Dengan beragam produk yang dimiliki, tantangan berikutnya bagi pelaku usaha Banyuwangi adalah memastikan produk tersebut memenuhi kebutuhan pasar yang dituju, memiliki kualitas yang konsisten, serta mampu memenuhi ketentuan perdagangan. Akses kepada buyer dan jaringan perdagangan menjadi salah satu faktor yang dapat membantu proses tersebut.

Talkshow APUNA bersama Menteri Perdagangan akhirnya tidak hanya menjadi forum penyampaian informasi mengenai ekspor. Pertemuan itu juga mempertemukan berbagai komunitas usaha dan membuka ruang kolaborasi yang dapat dikembangkan setelah kegiatan berakhir.