Media Kampung, Serang – Pemerintah Kota Serang tengah mengembangkan skema rantai pasok untuk membuka akses pasar baru bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Industri Kecil Menengah (IKM) lokal. Program ini ditujukan agar produk UMKM dapat memasuki pasar Makan Bergizi Gratis (MBG) dan sektor lainnya seperti perhotelan dan perusahaan besar.

Strategi Pengembangan Rantai Pasok UMKM

Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DinkopUKMPerindag) Kota Serang memimpin penyusunan mekanisme rantai pasok yang akan menghubungkan produk UMKM dengan berbagai pengguna pasar, termasuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), perusahaan besar, perhotelan, dan Koperasi Merah Putih.

Baca juga:

Kepala DinkopUKMPerindag Kota Serang, Wahyu Nurjamil, menjelaskan bahwa skema ini bertujuan untuk memperluas jangkauan pasar bagi pelaku usaha lokal agar dapat memasok kebutuhan berbagai sektor ekonomi di Kota Serang secara lebih sistematis dan teratur.

Pemetaan Produk dan Kesesuaian Pasar

Untuk mendukung program tersebut, Pemkot Serang melakukan pemetaan menyeluruh terhadap UMKM dan IKM berdasarkan jenis produk yang dihasilkan. Data ini kemudian dicocokkan dengan kebutuhan calon pengguna produk agar rantai pasok dapat berjalan efektif dan efisien.

Beberapa produk unggulan khas Kota Serang seperti sate bandeng, rabeg, dan kue satu berpotensi besar untuk menjadi andalan dalam pengembangan pasar ini.

Baca juga:

Standar Kualitas dan Pengujian Gizi

Tidak semua produk dapat langsung masuk ke rantai pasok tanpa memenuhi standar kualitas dan informasi kandungan gizi yang jelas, terutama untuk kebutuhan SPPG. Oleh karena itu, DinkopUKMPerindag berencana bekerja sama dengan perguruan tinggi lokal untuk melakukan pengujian kandungan gizi produk UMKM, mencakup kadar karbohidrat, protein, dan nilai gizi lainnya.

Selama ini, pengujian kandungan gizi produk UMKM dilakukan dengan mengirim sampel ke Institut Pertanian Bogor (IPB). Kedepannya, diharapkan perguruan tinggi di Kota Serang dapat memfasilitasi proses ini agar lebih dekat dan mudah diakses oleh para pelaku usaha.

Kolaborasi dan Dukungan Pembiayaan

Selain perguruan tinggi, Pemkot juga akan melibatkan perbankan untuk mendukung pembiayaan bagi UMKM agar dapat memenuhi standar yang ditetapkan dan memperlancar proses produksi serta distribusi produk.

Baca juga:

Manfaat bagi Pelaku UMKM

Skema rantai pasok ini diharapkan tidak hanya membuka pasar baru, tetapi juga memberikan kepastian permintaan secara rutin bagi UMKM. Dengan adanya kepastian pasar, pelaku usaha lokal memperoleh peluang untuk berkembang secara berkelanjutan, meningkatkan kualitas produk, dan memperkuat posisi dalam ekosistem ekonomi Kota Serang.

Implementasi program ini merupakan langkah strategis Pemerintah Kota Serang dalam mendukung pertumbuhan UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian lokal sekaligus meningkatkan ketersediaan produk bergizi bagi masyarakat melalui program MBG.