Media Kampung, NepalBanjir bandang yang melanda Nepal telah menyebabkan lebih dari 900 orang meninggal dunia dan ribuan lainnya dinyatakan hilang. Bencana ini terjadi setelah longsoran gletser memicu gelombang lumpur dahsyat yang melintasi wilayah pegunungan Himalaya, menghancurkan komunitas dan infrastruktur penting, termasuk proyek-proyek pembangkit listrik tenaga air.

Korban jiwa terus bertambah seiring tim penyelamat berjuang mengevakuasi penduduk yang terperangkap, terutama di area terowongan pembangkit listrik tenaga air yang terdampak parah. Hingga 31 Agustus 2026, lebih dari 4.200 orang masih dinyatakan hilang, termasuk sekitar 900 pekerja di proyek-proyek hidropower. Kondisi di lapangan sangat menantang karena banyaknya endapan lumpur dan puing yang menghalangi akses ke lokasi terdampak.

Baca juga:

Rumah sakit dan kamar mayat di wilayah terdampak kini kewalahan menampung jenazah, sehingga pihak berwenang mulai menggunakan metode identifikasi berbasis DNA, foto, dan penandaan untuk mengelola korban yang belum teridentifikasi. Proses ini sangat penting untuk membantu keluarga yang sedang mencari tahu keberadaan sanak saudara mereka.

Selain itu, bencana ini menimbulkan kekhawatiran global terkait perubahan iklim dan kemungkinan El Niño yang kuat, yang dapat memperburuk kondisi cuaca ekstrem di berbagai belahan dunia. Di sisi lain, bencana banjir juga memicu evakuasi di tempat lain seperti Grand Canyon di Amerika Serikat akibat banjir bandang yang terjadi secara bersamaan.

Baca juga:

Pemerintah Nepal bersama berbagai organisasi terus mengupayakan penyelamatan dan bantuan darurat dengan prioritas utama menyelamatkan para pekerja yang terjebak dan memberikan dukungan kepada keluarga korban. Tantangan besar masih ada, terutama dalam membuka akses ke terowongan yang tertimbun dan mengelola dampak sosial serta kemanusiaan dari bencana ini.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan dan respons cepat terhadap bencana alam, serta perlunya perhatian lebih besar terhadap dampak perubahan iklim global yang dapat memicu kejadian serupa di masa mendatang.

Baca juga: