Media Kampung – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi pertama perdagangan Bursa Efek Indonesia mengalami pelemahan tipis, berakhir di level 6.517,24 pada Senin, 31 Agustus 2026.
Pergerakan IHSG sejak pembukaan hingga penutupan sesi I menunjukkan tren negatif dengan penurunan sebesar 0,88 poin atau 0,01 persen. Transaksi pasar tercatat cukup aktif dengan nilai transaksi mencapai Rp10,33 triliun, volume transaksi sebanyak 26,36 miliar lembar saham, dan frekuensi perdagangan yang mencapai 1,39 juta kali.
Pergerakan Saham Unggulan
Beberapa saham mengalami kenaikan signifikan pada sesi ini. Indo Acidatama (SRSN) menjadi top gainers dengan kenaikan 29,73 persen, diikuti DMS Propertindo (KOTA) naik 25,47 persen, Bali Towerindo Sentra (BALI) naik 25 persen, Bank Sinarmas (BSIM) naik 24,82 persen, dan Kedaung Indah Can (KICI) naik 24,37 persen.
Sementara itu, saham yang mengalami penurunan terbesar adalah Kian Santang Muliatama (RGAS) turun 14,95 persen, Tempo Inti Media (TMPO) turun 14,81 persen, Dwi Guna Laksana (DWGL) turun 14,29 persen, Adhi Kartiko Pratama (NICE) turun 8,33 persen, dan Agro Bahari Nusantara (UDNG) turun 5,68 persen.
Aktivitas Transaksi Saham
DMS Propertindo (KOTA) juga menjadi saham dengan nilai transaksi tertinggi mencapai Rp581,83 miliar, diikuti Dian Swastatika Sentosa (DSSA) senilai Rp360,03 miliar, Bank Mandiri (BMRI) Rp316,60 miliar, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) Rp300,20 miliar, dan Bank Central Asia (BBCA) Rp268,85 miliar.
Dari segi volume, DMS Propertindo (KOTA) memimpin dengan 30,60 juta lembar saham diperdagangkan. Diikuti oleh Graha Andrasentra Propertindo (JGLE) dengan 14,71 juta lembar, Karya Pacific Energy (IATA) 11,89 juta lembar, Puradelta Lestari (DMAS) 7,62 juta lembar, dan Bumi Resources (BUMI) 7,47 juta lembar saham.
Pergerakan Bursa Saham Asia
Sejalan dengan pelemahan IHSG, mayoritas bursa saham di kawasan Asia juga mencatat penurunan pada sesi perdagangan pagi ini. Indeks Nikkei 225 di Jepang turun 0,64 persen, Indeks Hang Seng di Hong Kong melemah 0,72 persen, dan Indeks SSE Composite di China turun 0,20 persen. Sedangkan Indeks Straits Times di Singapura mencatat kenaikan sebesar 0,53 persen.
Pergerakan pasar saham ini mencerminkan sentimen investor yang masih berhati-hati di tengah dinamika ekonomi global dan kondisi pasar regional yang variatif.














Tinggalkan Balasan