Media Kampung – OpenAI baru-baru ini mengumumkan dukungan untuk penggunaan multi-akun Gmail, Google Calendar, dan Google Contacts pada ChatGPT dan Codex, memudahkan pengguna mengelola akun pribadi dan pekerjaan secara bersamaan. Selain itu, CEO OpenAI, Sam Altman, tengah fokus mengembangkan infrastruktur AI yang mencakup chip, pusat data, dan pasokan listrik guna memenuhi kebutuhan komputasi yang terus meningkat seiring bertambahnya pengguna dan produk AI.
Pembaruan multi-akun memungkinkan pengguna menambahkan beberapa akun Google pada plugin ChatGPT, sehingga percakapan dapat mengakses data dari berbagai akun sekaligus. Proses penambahan akun baru dilakukan melalui pengaturan plugin di sidebar ChatGPT dengan otorisasi Google yang sesuai. Fitur ini sangat bermanfaat bagi pengguna yang ingin memisahkan pekerjaan dan urusan pribadi dalam satu platform AI.
Di sisi lain, Sam Altman menyoroti pentingnya infrastruktur yang kuat untuk mendukung layanan AI yang semakin luas. OpenAI tidak hanya mengembangkan model AI, tetapi juga berinvestasi dalam pengadaan chip, pembangunan pusat data, dan penyediaan listrik yang berkelanjutan. Kerjasama dengan Microsoft Azure menjadi salah satu pilar utama dalam menyediakan kapasitas komputasi yang dibutuhkan, namun pembangunan infrastruktur internal menjadi strategi jangka panjang OpenAI.
Selain pengembangan teknologi dan infrastruktur, OpenAI juga aktif meningkatkan keamanan siber. Bersama lebih dari 100 perusahaan dan organisasi, OpenAI menandatangani surat terbuka yang memperingatkan potensi peningkatan serangan siber berbasis AI. Mereka menyerukan penguatan pertahanan siber dengan memanfaatkan AI untuk perlindungan kritis di sektor seperti rumah sakit, fasilitas pengolahan air, dan infrastruktur internet.
Surat terbuka ini mendesak pemerintah dan perusahaan untuk memperluas akses ke alat keamanan berbasis AI dan memberikan dukungan teknis pada infrastruktur penting. Meskipun belum ada komitmen finansial atau program konkret, inisiatif ini menunjukkan kesadaran akan risiko keamanan yang semakin kompleks akibat kemajuan AI.
Dalam perkembangan lain di dunia AI, perusahaan-perusahaan pengembang model AI terbuka (open-weight AI) menjadi incaran akuisisi besar di Silicon Valley. Nvidia dikabarkan akan mengakuisisi Hugging Face senilai 13 miliar dolar AS, sementara Stripe dan perusahaan lain juga melakukan investasi besar pada penyedia model AI terbuka. Tren ini menunjukkan pergeseran strategi bisnis dalam ekosistem AI, termasuk upaya mengurangi ketergantungan pada penyedia chip utama dan mengoptimalkan biaya operasional penggunaan AI.
Di bidang pendidikan, Baltimore City Public Schools menjalin kemitraan dengan OpenAI untuk memungkinkan guru menggunakan produk ChatGPT for Teachers. Program ini telah diperluas ke lebih dari 55 distrik sekolah di Amerika Serikat dan dirancang untuk membantu guru menghemat waktu dalam merancang pelajaran, komunikasi dengan keluarga, dan tugas administratif lainnya. OpenAI menekankan aspek privasi dan keamanan data dalam penggunaan AI di lingkungan pendidikan.
Dengan berbagai langkah ini, OpenAI menunjukkan komitmen untuk mengembangkan teknologi AI yang tidak hanya canggih, tetapi juga memadai dari sisi infrastruktur dan keamanan, serta bermanfaat di berbagai sektor mulai dari produktivitas pribadi hingga pendidikan dan perlindungan infrastruktur kritis.















Tinggalkan Balasan