Media Kampung, Nepal – Jumlah korban akibat bencana banjir bandang yang melanda Nepal terus bertambah dengan total 579 orang meninggal dunia dan 1.924 orang masih dinyatakan hilang. Bencana ini terjadi pada Rabu (26/8) dan menyebabkan kerusakan serius di beberapa wilayah, terutama di Distrik Nuwakot.

Menurut Otoritas Nasional Pengurangan Risiko dan Manajemen Bencana Nepal, angka korban hilang yang mencapai hampir dua ribu jiwa tersebut termasuk 517 warga negara asing dan 933 pekerja proyek pembangkit listrik tenaga air yang terdampak langsung oleh gelombang banjir. Sedangkan jumlah korban tewas telah diperbarui menjadi 579 orang setelah proses evakuasi dan pencarian terus dilakukan oleh tim penyelamat.

Baca juga:

Respons Pemerintah dan Upaya Penyelamatan

Perdana Menteri Nepal, Balendra Shah, telah melakukan kunjungan ke beberapa wilayah terdampak paling parah untuk memantau situasi dan memastikan bantuan segera disalurkan kepada keluarga korban yang kehilangan tempat tinggal. Ia juga menginstruksikan pemerintah daerah untuk membuka akses jalan yang tertutup akibat lumpur dan material banjir.

Di sisi lain, pemerintah China turut memberikan dukungan dengan mengerahkan hampir 800 personel darurat, termasuk anjing pelacak dan perahu cepat, untuk membantu proses pencarian dan evakuasi korban di wilayah Tibet yang berbatasan dengan Nepal. Perdana Menteri China Li Qiang juga melakukan kunjungan langsung ke lokasi terdampak untuk memantau langkah penanganan bencana.

Baca juga:

Konteks dan Dampak Banjir Bandang

Banjir bandang ini terjadi akibat hujan deras yang menyebabkan sungai-sungai di Nepal meluap dan menghantam pemukiman serta proyek-proyek infrastruktur di sekitarnya. Lumpur dan material banjir menutupi area pemukiman, sehingga menimbulkan kerusakan parah dan menghambat akses bantuan serta evakuasi.

Bencana ini menimbulkan krisis kemanusiaan dengan ribuan warga yang kehilangan tempat tinggal dan kebutuhan mendesak akan bantuan pangan, medis, dan tempat penampungan. Pemerintah Nepal bersama lembaga internasional bekerja sama untuk mempercepat respon dan meminimalisir dampak lebih lanjut.

Baca juga:

Perkembangan Terbaru

Tim penyelamat masih terus melakukan pencarian korban hilang dengan menggunakan berbagai peralatan dan metode pencarian khusus. Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan dan menjaga keamanan di wilayah rawan bencana.

Situasi banjir bandang di Nepal menjadi perhatian internasional mengingat jumlah korban yang signifikan dan tantangan dalam penanganan bencana yang kompleks di wilayah pegunungan tersebut.