Media KampungFortuna Sittard harus menelan kekalahan 0-2 dari AZ Alkmaar di kandang sendiri pada laga pekan ketiga Eredivisie 2026/2027. Kejadian penting dalam pertandingan ini adalah kartu merah yang diterima oleh striker Timnas Indonesia, Ole Romeny, hanya lima menit setelah pertandingan dimulai.

Insiden kartu merah Ole Romeny terjadi akibat tekel keras menggunakan sepatu yang mengenai tulang kering bek kiri AZ Alkmaar, Mateo Chavez, pada menit keempat pertandingan. Wasit Serdar Gozubuyuk langsung mengeluarkan kartu merah tanpa kompromi. Chavez bahkan harus menerima perawatan intensif setelah insiden tersebut.

Baca juga:

Mantan pemain Timnas Belanda sekaligus analis ESPN, Kenneth Perez, mengomentari kejadian tersebut. Menurut Perez, meskipun Ole Romeny tidak berniat mencederai lawan, tekel yang dilakukan menunjukkan kehilangan kendali atas gerakan kaki sehingga pelanggaran tersebut layak mendapatkan kartu merah. Perez menegaskan bahwa niat bukanlah ukuran utama dalam penilaian pelanggaran, melainkan kontrol atas gerakan pemain di lapangan.

Keluarnya Romeny membuat Fortuna Sittard harus bermain dengan 10 pemain sejak menit kelima, sehingga mereka kesulitan mengimbangi tekanan dari AZ Alkmaar yang tampil agresif sepanjang pertandingan. AZ berhasil mencetak dua gol melalui Jizz Hornkamp pada menit ke-58 dan menit tambahan babak kedua.

Baca juga:

Kekalahan ini membuat Fortuna Sittard tertahan di peringkat kedelapan dengan empat poin dari tiga pertandingan, sementara AZ Alkmaar kokoh di puncak klasemen dengan sembilan poin. Pertandingan ini menjadi pelajaran penting bagi Ole Romeny dan timnya untuk meningkatkan kontrol dan disiplin dalam bertanding di level tertinggi Eredivisie.

Kejadian ini juga menjadi sorotan terkait kelemahan yang harus diperbaiki oleh Ole Romeny sebagai striker Timnas Indonesia yang berkarier di Liga Belanda. Pengalaman ini diharapkan menjadi bahan evaluasi agar dapat tampil lebih matang dan menghindari insiden yang merugikan tim di masa mendatang.

Baca juga: