**Media Kampung, New Delhi** – Muhammad Shohibul Fikri, pemain ganda putra Indonesia, menanggapi kritik tajam Toma Junior Popov mengenai servis spinnya setelah kekalahan melawan pasangan Jepang di BWF World Championships 2026. Fikri mengungkapkan balasannya melalui akun Instagram resmi, menegaskan bahwa komentar tersebut tidak mencerminkan sportivitas yang diharapkan dalam kompetisi internasional.

Kekalahan Indonesia terjadi pada babak 64 besar, di mana pasangan Jepang Takumi Nomura dan Yuichi Shimogami menundukkan Shohibul Fikri dan rekannya dengan skor 13-21 dan 17-21. Setelah pertandingan, dalam sebuah wawancara yang dipublikasikan oleh Badminton Europe, Toma Junior Popov menyoroti dugaan servis spin lambat yang ia nilai sebagai keunggulan lawan, sekaligus menyinggung Fikri dengan komentar, “Lihat servisnya Fikri, memakai gerakan lambat, dan Anda akan mengetahuinya.”

Baca juga:

Popov menambahkan bahwa keberhasilan mereka di turnamen China Open dan Japan Open 2026 mungkin berhubungan dengan kemampuan melakukan spin serve, bukan semata‑mata kehebatan teknik dasar. Pernyataan tersebut memicu reaksi Shohibul Fikri yang menegaskan bahwa semua pemain berhak menggunakan variasi servis sesuai peraturan BWF, dan bahwa kritik pribadi tidak membantu perkembangan bulu tangkis Indonesia.

Baca juga:

Dalam unggahan Instagram, Fikri menulis bahwa ia menghargai kompetisi yang ketat dan menolak untuk terjebak dalam provokasi. Ia menekankan pentingnya fokus pada persiapan mental dan fisik, serta menghormati lawan, termasuk rekan-rekan Prancis yang juga berjuang keras di turnamen tersebut.

Baca juga:

Insiden ini menyoroti ketegangan yang kadang muncul di antara atlet pada level tertinggi, terutama ketika jadwal padat memaksa pemain bersaing di lebih dari satu event. Meskipun demikian, kedua pasangan tetap menunjukkan profesionalisme di lapangan, dan perdebatan tentang servis spin menjadi bagian kecil dari dinamika kompetisi dunia bulu tangkis.