Media Kampung – Deasy, Country Manager Smile Train Indonesia, baru-baru ini berbagi pengalaman mengharukan tentang seorang pasien operasi bibir sumbing yang pernah ia tangani pada tahun 2010. Meskipun Deasy harus menangani ribuan pasien setiap tahun sehingga sulit mengingat satu per satu, pasien tersebut dan keluarganya tidak pernah melupakan jasa yang telah diberikan.
Momen tersebut bermula ketika Deasy menerima pesan di media sosial dari keluarga pasien yang mengirimkan foto lama mereka saat operasi dilakukan 16 tahun lalu. Pasien yang saat itu belum bisa berbicara kini telah tumbuh besar dan bahkan sempat merekam video untuk menyapa Deasy sebagai ungkapan terima kasih.
Makna Mendalam Operasi Sumbing
Bagi Deasy dan timnya, operasi sumbing mungkin sudah menjadi kegiatan rutin. Namun bagi pasien dan keluarganya, operasi tersebut merupakan titik balik yang sangat berarti dalam kehidupan mereka. Pengalaman ini mengingatkan Deasy bahwa sekecil apa pun kontribusi, bahkan hanya menyebarkan informasi tentang program Smile Train, dapat memberikan dampak besar bagi masa depan seorang anak.
Peran Smile Train dan Pentingnya Dukungan Masyarakat
Smile Train adalah organisasi yang fokus membantu pasien bibir sumbing dengan menyediakan operasi gratis. Kisah Deasy dan pasiennya menunjukkan pentingnya dukungan berkelanjutan dan peran aktif masyarakat dalam menyebarkan informasi tentang program bantuan seperti ini. Dengan dukungan tersebut, lebih banyak anak dapat memperoleh kesempatan hidup yang lebih baik.
Pesan untuk Masyarakat
- Setiap orang dapat berkontribusi dengan menyebarkan informasi mengenai program operasi bibir sumbing.
- Operasi sumbing memberikan dampak besar terhadap kualitas hidup pasien dan keluarganya.
- Perhatian dan dukungan masyarakat sangat berarti bagi keberlangsungan program bantuan sosial.
Deasy berharap kisah seperti ini dapat membuka mata masyarakat tentang nilai kemanusiaan dan pentingnya membantu sesama, terutama anak-anak yang membutuhkan bantuan operasi bibir sumbing.















Tinggalkan Balasan